Market Hari Ini 27 Jan 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

BEI Ingatkan Investor Waspadai Riset Sekuritas: Begini Cara Bacanya!

Isu mengenai potensi konflik kepentingan dalam riset sekuritas kembali menjadi perhatian pelaku pasar

(BEI) menegaskan bahwa riset yang diterbitkan oleh perusahaan sekuritas harus dijalankan secara independen dan bebas dari benturan kepentingan

Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa riset yang diterbitkan oleh perusahaan sekuritas harus dijalankan secara independen dan bebas dari benturan kepentingan dengan emiten. Penegasan ini disampaikan BEI di tengah maraknya riset pasar yang dinilai terlalu agresif dalam memberikan target harga, namun tidak selaras dengan kondisi fundamental perusahaan yang dianalisis.

Isu mengenai potensi konflik kepentingan dalam riset sekuritas kembali menjadi perhatian pelaku pasar, terutama investor ritel, seiring meningkatnya jumlah rekomendasi saham yang beredar di ruang publik. Dalam sejumlah kasus, riset tersebut menampilkan proyeksi harga yang sangat tinggi, tetapi minim penjelasan risiko serta tidak mencerminkan kinerja keuangan dan prospek usaha emiten secara realistis.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menjelaskan bahwa riset merupakan bagian dari fungsi dan layanan perusahaan sekuritas sebagai Perantara Pedagang Efek. Oleh karena itu, pelaksanaannya telah diatur secara ketat dalam regulasi yang berlaku.

“Berdasarkan POJK 13 Tahun 2025, fungsi riset pada Anggota Bursa wajib dijalankan secara independen dan terpisah dari fungsi lain untuk menghindari benturan kepentingan,” ujar Irvan pada Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap fungsi riset tersebut menjadi bagian dari pengawasan pengendalian internal perusahaan sekuritas yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Dengan demikian, BEI tidak melakukan penilaian langsung terhadap isi riset, melainkan memastikan bahwa mekanisme dan tata kelola di tingkat anggota bursa berjalan sesuai ketentuan.

Irvan juga menegaskan bahwa perusahaan sekuritas dilarang menjanjikan keuntungan atau menjamin target harga saham tertentu kepada investor. Riset yang disampaikan analis, kata dia, hanya bersifat sebagai salah satu sumber informasi pendukung dalam pengambilan keputusan investasi, bukan sebagai kepastian hasil.

“Perusahaan sekuritas dilarang menjanjikan keuntungan dalam bentuk apa pun, termasuk menjamin target harga saham tertentu,” jelas Irvan.

Dalam praktiknya, perusahaan sekuritas diwajibkan memiliki kebijakan dan prosedur tertulis terkait pelaksanaan fungsi riset agar analis dapat bekerja secara objektif dan independen. Hal ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan investor serta integritas pasar modal secara keseluruhan.

Lebih lanjut, BEI mengimbau investor ritel untuk tidak menerima begitu saja setiap riset atau rekomendasi investasi yang beredar. Investor diminta bersikap kritis dengan memperhatikan sumber riset, pihak yang menerbitkan, serta potensi afiliasi atau kepentingan tertentu di balik riset tersebut.

Investor juga disarankan untuk menelaah metodologi dan dasar analisis yang digunakan, termasuk kecukupan data, kewajaran asumsi, serta penjelasan mengenai risiko. Riset yang kredibel umumnya tidak hanya menonjolkan potensi keuntungan, tetapi juga menguraikan risiko yang mungkin dihadapi investor.

Sebagai langkah mitigasi, Irvan menjelaskan BEI mendorong investor ritel untuk memanfaatkan keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten melalui kanal resmi BEI seperti situs www.idx.co.id, aplikasi IDX Mobile, serta media sosial resmi BEI. Selain itu, investor juga diharapkan terus meningkatkan literasi pasar modal melalui sumber terpercaya, termasuk program Sekolah Pasar Modal yang rutin diselenggarakan BEI.

Menurutnya dengan mengombinasikan pemahaman yang memadai, penggunaan data resmi, serta sikap kritis terhadap berbagai riset yang beredar, BEI berharap investor ritel dapat mengambil keputusan investasi yang lebih objektif, rasional, dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait