KABARBURSA.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan delapan saham secara bersamaan pada Kamis, 9 Oktober 2025. Langkah tegas ini diambil setelah sederet emiten mencatatkan lonjakan harga tak wajar dalam beberapa hari terakhir.
Delapan saham tersebut meliputi PT RMK Energy Tbk (RMKE), PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE), PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK), PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA), PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA), serta PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) berikut waran seri II-nya (TRIN-W2).
Dalam keterangannya, BEI menegaskan penghentian sementara perdagangan saham RMKE, ASHA, AGII, UFOE, NTBK, ESTA, DADA, TRIN, dan TRIN-W2 diberlakukan per 9 Oktober 2025. Suspensi tersebut mencakup Pasar Reguler dan Pasar Tunai, sedangkan TRIN-W2 disetop di seluruh pasar tanpa pengecualian.
“Penghentian sementara ini dimaksudkan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan kembali keputusan investasinya,” tulis otoritas bursa. Mayoritas saham tersebut sebelumnya mencatatkan kenaikan ekstrem hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA).
Sehari sebelumnya, Rabu 8 Oktober 2025, pergerakan harga delapan saham itu memang menunjukkan euforia pasar yang luar biasa. Saham ASHA melonjak 9,57 persen ke Rp103 di papan FCA. AGII terbang 25 persen hingga menyentuh Rp1.950, sementara UFOE melesat 24,65 persen ke Rp354.
NTBK mencatat kenaikan paling agresif, melesat 34,15 persen ke Rp110, disusul ESTA yang menanjak 34,64 persen ke Rp206. DADA turut terkerek 9,88 persen ke Rp178 di papan FCA, sementara TRIN melompat 33,77 persen ke Rp202. RMKE pun tak ketinggalan, menguat 8,66 persen hingga menutup perdagangan di Rp2.510 per saham.
BEI menilai langkah suspensi ini sebagai bentuk kehati-hatian demi menjaga keteraturan pasar, melindungi investor, dan memastikan transaksi berlangsung dalam koridor wajar.(*)