KABARBURSA.COM - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatat penjualan bersih sebesar Rp572,2 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini meningkat 31,1 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp436,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Manajemen OMED menyampaikan, pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan sebesar 54,1 persen YoY menjadi 941,9 juta unit.
"Kenaikan volume ini juga sejalan dengan meningkatnya belanja pemerintah di sektor kesehatan pada awal tahun 2026, yang turut mendorong permintaan alat kesehatan di pasar domestik," tulis manajemen OMED dalam keterbukaan informasi, Senin, 4 Mei 2026.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, profitabilitas OMED juga menunjukkan peningkatan pada tiga bulan pertama 2026. Laba bruto meningkat 40,2 persen YoY menjadi Rp205,9 miliar, dengan margin laba bruto naik menjadi 36,0 persen dibandingkan 33,7 persen pada periode yang sama tahun lalu.
"Peningkatan ini diikuti oleh kinerja operasional yang kuat, tercermin dari kenaikan margin EBITDA menjadi 23,0 persen," tulis manajemen.
Emiten usaha alat kesehatan ini juga membukukan laba usaha sebesar Rp112,0 miliar, meningkat 67,8 persen YoY, didorong oleh leverage operasional dari pertumbuhan volume.
Sementara itu, laba tahun berjalan mencapai Rp99,0 miliar, atau tumbuh 35,4 persen YoY dibandingkan Rp73,1 miliar pada kuartal I 2025, dengan margin laba bersih yang tetap terjaga di level 17,3 persen.
Manajemen OMED menyatakan, kinerja kuartal I 2026 didukung oleh beberapa segmen utama, seperti arang Medis Habis Pakai (BMHP) mencatat pertumbuhan volume yang signifikan sebesar 83,2 persen YoY dan penyesuaian ASP, dengan total penjualan meningkat 22,6 persen YoY.
Ada juga segmen perawatan luka yang tumbuh 19,9 persen YoY, didukung oleh kenaikan volume dan ASP.
Untuk tahun 2026, manajemen OMED menyatakan sikap optimis terhadap prospek pertumbuhan di tengah dinamika geopolitik global yang sedang terjadi, dengan tetap berfokus pada peningkatan volume, penguatan distribusi, serta pengembangan produk bernilai tambah lebih tinggi.
"Perseroan akan terus menyeimbangkan antara pertumbuhan volume dan profitabilitas melalui optimalisasi bauran produk, pengembangan produk, efisiensi operasional, serta ekspansi pasar domestik dan ekspor secara selektif," tulis manajemen OMED. (*)