Market Hari Ini 11 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Bergerak Naik di Perdagangan Sesi I, ke Sini Arah Gerak IHSG Selanjutnya

Sektor energi melonjak 5,19 persen dorong indeks ke 8.261, sementara perbankan masih tertahan; area 8.200 jadi kunci penentu arah IHSG hingga penutupan sore nanti.

IHSG naik 1,60% ke 8.261 di sesi I. Energi memimpin, bank tertahan. Cermati support 8.200 dan potensi uji 8.380.

IHSG masih memiliki potensi rebound di sesi II perdagangan hari ini. Foto: Dok KabarBursa.
IHSG masih memiliki potensi rebound di sesi II perdagangan hari ini. Foto: Dok KabarBursa.

Daftar Isi

  1. 01 Volume Transaksi, Top Gainers dan Top Loosers

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan Rabu, 11 Februari 2026, di zona hijau dengan penguatan signifikan. IHSG naik 130 poin atau 1,60 persen ke level 8.261, setelah bergerak dalam rentang harian 8.118 hingga 8.276. 

Lonjakan ini memperlihatkan respons pasar yang agresif setelah fase konsolidasi dan tekanan tajam yang sempat terjadi pada awal Februari.

Secara teknikal, pada grafik harian, struktur rebound masih terjaga. Setelah sempat mengalami koreksi tajam dari area 9.200-an menuju kisaran 7.900–8.000, IHSG kini bergerak kembali di atas level psikologis 8.200. Level 8.118 yang menjadi low sesi I sekaligus menjadi support intraday terdekat, sementara area 8.276–8.300 menjadi resistance minor yang sedang diuji. 

Jika tekanan beli berlanjut pada sesi II dan indeks mampu bertahan di atas 8.200, ruang penguatan berpotensi terbuka menuju 8.320 hingga 8.380 pada perdagangan sore nanti.

Volume Transaksi, Top Gainers dan Top Loosers

Bicara soal volume transaksi, hingga pertengahan hari ini, IHSG berhasil mengumpulkan transaksi sebesar 3.771,1 juta lot dengan nilai Rp16,916 triliun pada sesi I. Aktivitas ini menunjukkan partisipasi pasar yang tinggi dan bukan sekadar kenaikan tipis dengan volume rendah. 

Secara historis, rebound yang ditopang volume besar cenderung memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan pantulan teknikal semata. Namun, distribusi volume pada grafik juga memperlihatkan bahwa volatilitas masih tinggi, sehingga potensi pullback intraday tetap perlu diperhitungkan.

Penguatan indeks kali ini dimotori sektor energi yang melonjak 5,19 persen. Saham seperti BIPI naik 11,7 persen, HRUM 3,81 persen, PGEO 3,07 persen, ADRO 1,38 persen, dan MEDC 0,65 persen menjadi kontributor utama dorongan indeks. 

Kenaikan sektor energi yang agresif ini memberikan efek pengungkit signifikan terhadap IHSG, mengingat bobot kapitalisasi sejumlah emiten energi yang cukup besar.

Di sisi lain, sektor keuangan justru tertinggal dengan koreksi 0,54 persen. Saham perbankan besar seperti BMRI turun 1,96 persen, BBNI melemah 0,67 persen, BBCA terkoreksi 0,33 persen, serta BRIS dan BTPS juga bergerak negatif. 

Tekanan di sektor keuangan ini menahan laju IHSG agar tidak bergerak lebih tinggi, mengingat sektor ini memiliki bobot dominan dalam perhitungan indeks.

Top gainers LQ45 seperti BUMI, BRPT, INCO, SCMA, NCKL, MBMA, dan EMTK memperlihatkan adanya rotasi dana ke saham berbasis komoditas dan siklikal. Sementara saham defensif dan perbankan masuk jajaran top losers bersama INDF, ASII, PTBA, KLBF, dan UNVR. 

Pola ini menunjukkan pergeseran minat risiko ke sektor yang sensitif terhadap sentimen global dan harga komoditas.

Untuk sesi II, pergerakan IHSG akan sangat ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu keberlanjutan momentum sektor energi dan respons sektor keuangan. Jika perbankan mulai meredam tekanan dan energi tetap solid, IHSG berpeluang memperluas kenaikan menuju 8.350–8.380. 

Namun jika tekanan jual di bank-bank besar berlanjut, indeks berpotensi kembali menguji area 8.200 bahkan 8.150 sebagai support intraday.

Secara keseluruhan, karakter penguatan sesi I menunjukkan fase pemulihan yang masih didominasi sektor tertentu, bukan reli merata. Dengan volatilitas yang masih tinggi, rentang gerak IHSG hingga penutupan diperkirakan berada di kisaran 8.150 hingga 8.380, dengan bias tetap positif selama indeks mampu bertahan di atas 8.200 pada perdagangan sore nanti.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait