Market Hari Ini 10 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Besok Cum Date, MSJA Tebar Dividen Rp15 per Saham

MSJA akan memasuki masa cum date dividen pada 11 Mei 2026 dengan nilai Rp15 per saham. Di saat yang sama, laba bersih kuartal I-2026 melonjak lima kali lipat.

MSJA memasuki cum date dividen pada 11 Mei 2026 dengan nilai Rp15 per saham. Laba bersih kuartal I-2026 juga melonjak signifikan.

Jika dibandingkan dengan riwayat pembagian sebelumnya, nominal dividen MSJA tahun ini menjadi yang terbesar dalam tiga tahun terakhir. (Foto: dok MSJA)
Jika dibandingkan dengan riwayat pembagian sebelumnya, nominal dividen MSJA tahun ini menjadi yang terbesar dalam tiga tahun terakhir. (Foto: dok MSJA)

Daftar Isi

  1. 01 Terbesar dalam Tiga Tahun Terakhir
  2. 02 Kinerja Keuangan MSJA

KABARBURSA.COM –PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) berencana untuk membagikan keuntungannya. Kabar ini sudah lama berhembus, namun besok adalah masa cum date dividen tunai. Adapun dana diambil dari tahun buku 2025, dengan nilai pembagian sebesar Rp15 per saham.

Artinya, Senin, 11 Mei 2026, menjadi hari terakhir bagi investor yang ingin membeli saham MSJA untuk memperoleh hak dividen tersebut. Setelah periode cum date berakhir pada 11 Mei 2026, saham ini akan memasuki ex date pada 12 Mei 2026. 

Sementara, recording date dijadwalkan pada 13 Mei 2026 dan pembayaran dividen dilakukan pada 4 Juni 2026.

Terbesar dalam Tiga Tahun Terakhir

Jika dibandingkan dengan riwayat pembagian sebelumnya, nominal dividen tahun ini menjadi yang terbesar dalam tiga tahun terakhir. Pada 2025, perseroan membagikan dividen Rp12 per saham, sedangkan pada 2024 hanya sebesar Rp5 per saham.

Artinya, dividen tahun buku 2025 melonjak 25 persen dibanding periode sebelumnya dan meningkat tiga kali lipat dibanding dua tahun lalu. Kenaikan ini mulai dibaca pasar sebagai sinyal bahwa kemampuan distribusi laba MSJA masih cukup terjaga di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Di pasar, saham dengan pola pembagian dividen yang terus meningkat biasanya mulai menarik perhatian investor jangka menengah maupun trader dividen. Terlebih ketika periode cum date jatuh tepat sebelum libur panjang bursa, aktivitas transaksi sering kali meningkat karena pelaku pasar berburu hak dividen sebelum ex date berlangsung.

Kinerja Keuangan MSJA

Kinerja keuangan PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) pada kuartal I-2026 mulai menunjukkan perbaikan dibanding periode yang sama tahun lalu, meski tekanan margin masih terlihat dalam operasional perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, MSJA membukukan total pendapatan sebesar Rp257 miliar pada kuartal I-2026. Angka tersebut relatif stabil dibanding kuartal I-2025 yang berada di level Rp256 miliar.

Namun jika dibandingkan kuartal IV-2025, pendapatan perseroan sedikit turun dari Rp279 miliar. Kondisi ini menandakan permintaan masih bergerak fluktuatif di awal tahun, terutama setelah periode penjualan akhir tahun biasanya lebih tinggi.

Di tengah pergerakan pendapatan yang cenderung datar, laba bersih MSJA justru melonjak cukup signifikan. Perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp20 miliar pada kuartal I-2026, jauh di atas laba bersih Rp4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Artinya, laba bersih MSJA tumbuh sekitar lima kali lipat secara tahunan. Bahkan capaian tersebut sudah mendekati setengah dari laba kuartal IV-2025 yang berada di level Rp41 miliar.

Perbaikan profitabilitas ini mulai terlihat dari sisi laba usaha. MSJA membukukan laba usaha Rp17 miliar pada kuartal I-2026, sedikit lebih tinggi dibanding Rp15 miliar pada kuartal I-2025.

Selain itu, kontribusi penghasilan lain-lain ikut membantu menopang bottom line perusahaan. Pada kuartal I-2026, pos penghasilan lain-lain tercatat positif Rp6 miliar, berbalik dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih mencatat beban lain-lain Rp10 miliar.

Perubahan tersebut membuat laba sebelum pajak melonjak menjadi Rp23 miliar dari hanya Rp5 miliar pada kuartal I-2025. Setelah dikurangi beban pajak sekitar Rp3 miliar, laba bersih perusahaan akhirnya berada di level Rp20 miliar.

Meski laba bersih membaik, tekanan operasional sebenarnya masih belum sepenuhnya hilang. Beban pokok penjualan tercatat mencapai Rp216 miliar atau masih menyerap sebagian besar pendapatan perseroan.

Kondisi tersebut membuat margin laba kotor MSJA relatif tipis. Laba kotor kuartal I-2026 berada di level Rp41 miliar, naik dibanding Rp37 miliar pada kuartal I-2025, namun masih di bawah capaian kuartal IV-2025 sebesar Rp55 miliar.

Dari sisi rasio keuangan, EPS kuartalan naik menjadi 3,15 dibanding hanya 0,87 pada kuartal I-2025. Return on Assets (ROA) juga meningkat menjadi 1,01 persen dari sebelumnya 0,28 persen.

Return on Equity (ROE) ikut membaik menjadi 1,29 persen dibanding 0,36 persen pada periode yang sama tahun lalu. Sementara Interest Coverage Ratio melonjak ke level 45,19 kali, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menutup beban bunga jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.

Meski begitu, valuasi saham MSJA masih tergolong cukup tinggi. Price to Earnings Ratio (PER) kuartalan berada di level 143,49 kali, naik tajam dibanding kuartal sebelumnya yang berada di kisaran 52,98 kali.

Dengan laba bersih yang mulai pulih dan dividen yang meningkat menjadi Rp15 per saham tahun ini, MSJA mulai masuk radar investor yang mencari kombinasi antara perbaikan fundamental dan potensi yield di saham lapis menengah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait