Market Hari Ini 19 Dec 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

BI: PPN 12 Persen Mendorong Inflasi Naik 0,2 Persen | The Fed Menolak Ide Cadangan Bitcoin Strategis

BI: PPN 12 Persen Mendorong Inflasi Naik 0,2 Persen | The Fed Menolak Ide Cadangan Bitcoin Strategis
BI: PPN 12 Persen Mendorong Inflasi Naik 0,2 Persen | The Fed Menolak Ide Cadangan Bitcoin Strategis

KABARBURSA.COM- Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025 tidak akan berdampak signifikan terhadap laju inflasi maupun Produk Domestik Bruto (PDB). Kenaikan PPN ini diperkirakan hanya akan menambah inflasi sebesar 0,2 persen dari target yang telah ditetapkan Bank Indonesia.

Dalam debut perdananya, saham PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) melemah 6,45 persen ke level Rp1.550 per saham, turun dari harga penawaran awal sebesar Rp1.650 per saham. Bahkan, saham ini sempat terperosok hingga 24,85 persen ke posisi terendah di Rp1.240 per saham.

Tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut selama enam hari berturut-turut. Hingga Kamis, 19 Desember 2024, IHSG ditutup anjlok 1,84 persen atau turun 130,64 poin, terperosok ke level 6.977,24.

Pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, 19 Desember 2024, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah signifikan sebesar 0,76 persen ke level Rp16.213 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini mencerminkan tekanan yang dihadapi mata uang Garuda akibat gejolak di pasar keuangan global.

Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang tengah tertekan. Salah satu upaya tersebut adalah dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp150 triliun.

Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, menutup tahun dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,25–4,50 persen. Selain itu, The Fed mengisyaratkan akan melakukan pemangkasan suku bunga hanya dua kali sepanjang tahun 2025.

Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menegaskan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat tidak memiliki keinginan untuk terlibat dalam upaya pemerintah menyimpan cadangan Bitcoin dalam jumlah besar.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait