Market Hari Ini 21 Mar 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

BI Rate Tetap di Level 6 persen, Tertinggi di Asia Tenggara

BI Rate Tetap di Level 6 persen, Tertinggi di Asia Tenggara
BI Rate Tetap di Level 6 persen, Tertinggi di Asia Tenggara

KABARBURSA.COM - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Etikah Karyani, menyatakan bahwa keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 6 persen merupakan yang tertinggi di antara negara-negara di Asia Tenggara.

"Dengan BI Rate 6 persen yang masih tinggi dibandingkan suku bunga acuan bank-bank di Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam, dan Thailand," kata Etikah dalam wawancara dengan Kabar Bursa pada Kamis, 21 Maret 2024.

Etikah menyoroti bahwa suku bunga acuan yang tinggi, seperti enam persen, berpotensi mengurangi minat investasi karena kenaikan biaya pinjaman.

"Dengan mempertahankan tingkat suku bunga ini, BI Rate dapat mengurangi minat untuk berinvestasi karena biaya meminjam menjadi lebih mahal," ujar Etikah.

Meskipun demikian, Etikah memahami langkah BI dalam mempertahankan suku bunga acuan yang tinggi sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi.

"BI Rate dipertahankan pada tingkat yang tinggi untuk mengendalikan inflasi," tambahnya.

Dalam konteks ini, kata Etikah, kebijakan tersebut dapat menyebabkan konsumen menahan diri untuk berbelanja ketika tidak ada penurunan harga-harga.

"Selain itu, kebijakan ini juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena biaya pinjaman yang tinggi mengurangi pengeluaran konsumen dan investasi perusahaan," ungkapnya.

Etikah juga menyampaikan bahwa Indonesia masih memiliki peluang untuk menarik sejumlah investor asing, yang dapat menguatkan nilai tukar mata uang.

"Indonesia masih dapat menarik investor asing untuk menanamkan modal, sehingga dapat menguatkan nilai tukar mata uang," tambahnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 6 persen untuk periode Maret melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG).

"Pada RDG yang berlangsung pada tanggal 19–20 Maret 2024, keputusan diambil untuk mempertahankan BI Rate pada 6 enam persen, suku bunga Deposit Facility 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility pada level 6,75 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers setelah RDG pada Rabu, 20 Maret 2024. (ari/adi)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait