Market Hari Ini 23 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

BI Tahan Suku Bunga, Bankir Ketar-Ketir

BI Tahan Suku Bunga, Bankir Ketar-Ketir
BI Tahan Suku Bunga, Bankir Ketar-Ketir

KABARBURSA.COM-Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 6 persen, menandakan kelanjutan era suku bunga tinggi.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan bahwa suku bunga acuan atau BI Rate akan dipertahankan untuk sementara waktu. "Penurunan suku bunga BI direncanakan baru akan dilakukan pada semester kedua tahun 2024.

Suku bunga BI yang masih tinggi menimbulkan kekhawatiran bagi para bankir karena perbankan masih harus bersaing untuk mendapatkan dana di pasar, yang akan meningkatkan cost of fund (CoF) atau biaya dana bank.

Direktur Distribution and Funding BTN Jasmin, mengakui bahwa biaya dana di bulan Januari 2024 sedikit meningkat dibandingkan dengan Desember tahun sebelumnya "Terutama karena penyesuaian bunga deposito pada Desember 2023 yang mulai jatuh tempo," katanya dikutip Jumat 23 Februari 2024.

Meskipun demikian, BTN tetap menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar 9 persen-10 persen pada tahun 2024. "BTN berencana untuk mengembangkan dana murah atau current account saving account (CASA) untuk mengejar DPK," jelas Jasmin.

Komposisi DPK BTN terdiri dari 78 persen dari nasabah korporasi dan 22 persen dari nasabah retail. Biaya dana dari pendanaan korporasi cenderung lebih mahal daripada dari retail.

Jasmin menekankan bahwa ke depan, kredit akan disesuaikan dengan likuiditas untuk menjaga agar cost of fund tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, SVP Retail Deposito Products and Solution Bank Mandiri, Evi Dempowati, menyatakan bahwa pemberian bunga deposito akan dipertimbangkan dengan perkiraan penurunan BI rate di semester kedua.

Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan bahwa biaya dana saat ini sudah sangat tinggi dan diperkirakan akan tetap tinggi hingga BI rate mulai turun di semester kedua.

Meskipun demikian, CIMB Niaga tetap menargetkan pertumbuhan DPK dengan fokus pada sumber pendanaan dari CASA. "Pada tahun 2023, CIMB Niaga berhasil mencapai DPK senilai Rp 235,9 triliun atau tumbuh 3,8 persen secara tahunan," kata Lani.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait