Market Hari Ini 04 Mar 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Bisnis Infrastruktur Ngebut, Laba KIJA Naik ke Rp857 Miliar

KIJA tumbuh dua digit pada 2025 dengan kontribusi kuat dari segmen infrastruktur, sementara marketing sales properti mencetak rekor baru.

PT Jababeka Tbk (KIJA) mencatat laba Rp857 miliar pada 2025 didorong lonjakan bisnis infrastruktur dan rekor marketing sales properti.

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan peningkatan kinerja pada tahun buku 2025 dengan laba bersih mencapai Rp857,1 miliar, naik dibandingkan Rp770 miliar pada 2024. (Foto: Dok. Jababeka)
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan peningkatan kinerja pada tahun buku 2025 dengan laba bersih mencapai Rp857,1 miliar, naik dibandingkan Rp770 miliar pada 2024. (Foto: Dok. Jababeka)

KABARBURSA.COM – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan peningkatan kinerja pada tahun buku 2025 dengan laba bersih mencapai Rp857,1 miliar, naik dibandingkan Rp770 miliar pada 2024.

Manajemen KIJA menyatakan peningkatan laba tersebut didorong oleh kinerja operasional yang lebih baik, kenaikan pendapatan bunga, serta penurunan beban lain-lain terutama dari rugi selisih kurs. 

Dari sisi pendapatan, KIJA mencatat total pendapatan sebesar Rp5,15 triliun pada 2025 atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kontribusi kuat dari pilar infrastruktur.

Pendapatan dari pilar infrastruktur meningkat 34 persen menjadi Rp2,57 triliun dari sebelumnya Rp1,91 triliun. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan permintaan listrik dari tenant industri di kawasan Cikarang dan Kendal. 

Subsegmen pembangkit listrik menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp1,81 triliun atau naik 54 persen secara tahunan. Sementara pendapatan jasa dan pemeliharaan, termasuk layanan air, limbah, dan pengelolaan estate, meningkat sekitar 5 persen menjadi Rp521,1 miliar.

Di sisi lain, segmen dry port mencatat penurunan pendapatan sekitar 9 persen akibat berkurangnya volume kontainer yang ditangani.

Pilar land development & property mencatat pendapatan Rp2,46 triliun pada 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp2,56 triliun pada 2024. Namun penjualan tanah matang tetap tumbuh dari Rp2,05 triliun menjadi Rp2,10 triliun.

Pendapatan dari pilar leisure & hospitality tercatat Rp124,8 miliar dibandingkan Rp129,1 miliar pada tahun sebelumnya, dengan segmen golf menyumbang sekitar 66 persen dari total pendapatan pilar tersebut.

Secara operasional, laba kotor KIJA meningkat sekitar 3 persen menjadi Rp2,03 triliun dibandingkan Rp1,97 triliun pada 2024. Namun margin laba kotor konsolidasian turun menjadi 39 persen dari sebelumnya 43 persen karena meningkatnya kontribusi segmen infrastruktur yang memiliki margin lebih rendah dibandingkan segmen properti.

EBITDA perusahaan pada 2025 tercatat Rp1,74 triliun atau meningkat sekitar 7 persen dibandingkan Rp1,62 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi likuiditas, posisi kas konsolidasian KIJA per akhir 2025 tercatat sebesar Rp3,6 triliun, meningkat dibandingkan Rp2,0 triliun pada akhir 2024.

Sementara itu, penjualan pemasaran atau marketing sales real estat mencapai Rp3,6 triliun pada 2025, melampaui target perusahaan sebesar Rp3,5 triliun sekaligus menjadi rekor tertinggi bagi perusahaan.

Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 13 persen dibandingkan marketing sales 2024 sebesar Rp3,2 triliun.

Untuk tahun 2026, KIJA menargetkan marketing sales sebesar Rp3,75 triliun yang sebagian besar diharapkan berasal dari penjualan lahan industri di kawasan Kendal dan Cikarang. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait