Market Hari Ini 04 Dec 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

Bisnis Melesat Jelang Musim Liburan, tapi Saham Paradise Indonesia (INPP) Malah Turun

Pada perdagangan terakhir, saham Indonesian Paradise Property berada di level 670, turun 110 poin atau melemah 14,10 persen

(INPP) atau Paradise Indonesia semakin percaya diri menutup 2025 dengan kinerja solid, terutama dari segmen perhotelan.

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 Jawa Barat Menjadi Penopang Tambahan
  2. 02 Performa Saham INPP dalam Tiga Bulan Terakhir

KABARBURSA.COM - Menjelang puncak musim liburan akhir tahun, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia semakin percaya diri menutup 2025 dengan kinerja solid, terutama dari segmen perhotelan. Optimisme ini muncul seiring aktivitas pariwisata nasional yang terus meningkat dan tren belanja wisatawan yang diproyeksikan menguat sepanjang periode libur panjang.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat jumlah wisatawan mancanegara mencapai 5,3 juta hingga September 2025, naik 5 persen dibanding periode tahun lalu. Kenaikan tersebut ikut dipicu meningkatnya minat terhadap wisata ramah muslim, yang semakin memperkuat posisi Indonesia dalam peta pariwisata global. Sejumlah analis juga memproyeksikan belanja wisata domestik akan melonjak pada libur Natal dan Tahun Baru, menciptakan peluang besar bagi pelaku industri perhotelan.

Peluang ini secara langsung dirasakan Paradise Indonesia. “Kami melihat peluang pertumbuhan yang kuat menjelang musim liburan, khususnya di segmen hospitality. Dengan portofolio hotel kami yang berada di kawasan wisata utama dengan arus wisatawan tinggi, kami memproyeksikan properti kami tetap menjadi destinasi para wisatawan sepanjang akhir tahun,” ujar CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo melalui pernyataan resmi yang diterima KabarBursa.com, Kamis, 4 Desember 2025.

Menurut Anthony, Bali masih menjadi pasar unggulan perusahaan. Kompleks properti perhotelan Paradise Indonesia di Kuta secara konsisten membukukan tingkat okupansi lebih tinggi pada periode musim liburan. Portofolio tersebut mencakup Sheraton Bali Kuta Resort, Aloft Bali Kuta at Beachwalk, Yello Hotel Kuta Beachwalk Bali, serta Beachwalk Residence. Selain segmen hotel, Beachwalk Shopping Center yang berada dalam satu kawasan terintegrasi juga diproyeksikan mencatat kenaikan signifikan pada kunjungan wisatawan.

Konsep mixed-use yang diterapkan yakni menggabungkan hotel, komersial, dan residensial yakni mendorong sinergi pendapatan yang lebih berkelanjutan. Lokasi proyek yang strategis di koridor pariwisata utama membuat seluruh aset perusahaan mendapatkan eksposur besar terhadap lonjakan trafik wisatawan menjelang akhir tahun.

Jawa Barat Menjadi Penopang Tambahan

Selain Bali, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas wisata domestik tertinggi. Salah satu aset unggulan perusahaan, 23 Paskal Shopping Center di Bandung, mencatat trafik pengunjung yang kuat dan memiliki posisi sebagai pusat lifestyle yang ramai dikunjungi. Perluasan area mal yang baru selesai, termasuk taman hiburan Skyward di rooftop, semakin memperkuat daya tariknya sebagai destinasi keluarga.

Ia menjabarkan hingga kuartal ketiga, segmen perhotelan mencatat pendapatan Rp457,1 miliar atau tumbuh 7,7 persen secara tahunan. Segmen komersial meningkat 14,4 persen menjadi Rp417,8 miliar. Dengan momentum pariwisata yang terus menguat pada kuartal keempat, kedua segmen ini diperkirakan menjadi katalis tambahan untuk pendapatan berulang perusahaan.

Paradise Indonesia menargetkan pertumbuhan double digit pada sepanjang 2025 dan tetap optimistis target tersebut dapat tercapai. “Kami optimistis permintaan yang kuat sepanjang akhir tahun akan mendukung pencapaian target pertumbuhan yang telah kami tetapkan,” lanjut Anthony.

Performa Saham INPP dalam Tiga Bulan Terakhir

Sementara itu, saham INPP mencatat tekanan sepanjang tiga bulan terakhir. Pada perdagangan terakhir, saham Indonesian Paradise Property berada di level 670, turun 110 poin atau melemah 14,10 persen dalam periode tiga bulan. Pergerakan harga menunjukkan rentang fluktuasi dari area 600 hingga 880, mencerminkan respons pasar terhadap dinamika sektor properti serta rencana ekspansi perusahaan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait