Market Hari Ini 31 Dec 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Bitcoin di Penghujung 2025 Relatif Tenang: Selektif di 2026

Bitcoin bergerak datar di akhir 2025 dengan support kuat di USD87.000, sementara pasar menunggu katalis baru sebelum arah tren berikutnya terbentuk di awal 2026.

Bitcoin menutup 2025 di fase konsolidasi di USD88.600. Support kuat menahan koreksi, sementara awal 2026 diperkirakan bergerak sideways dengan volatilitas lebih

Ilustrasi bitcoin di pasar kripto. Foto: AI untuk KabarBursa.
Ilustrasi bitcoin di pasar kripto. Foto: AI untuk KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Pergerakan Bitcoin (BTC) di penghujung 2025 relatif tenang. Di pasar global, BTC ditutup di kisaran USD88.600 hingga USD88.700, dengan kenaikan harian sekitar 1,5 persen. Secara teknikal, reli besar telah berlalu dan harga kini bergerak dalam fase konsolidasi, menurun sejak puncak di area USD120.000 sampai USD130.000 di Oktober lalu.

Struktur candlestick sejak November membentuk rangkaian lower high dan lower low, yang artinya tekanan jual masih dominan meskipun tidak lagi agresif.

Untuk BTC terhadap rupiah, harganya kini berada di Rp1,48 miliar per koin. Kenaikan hariannya tipis, yaitu 0,11 persen.

Jika diuji secara kritikal, area USD 87.000–88.000 kini berfungsi sebagai zona penyangga utama. Beberapa kali harga turun ke area tersebut, namun selalu muncul respons beli yang cukup untuk menahan penurunan lanjutan. Selama level ini bertahan, risiko penurunan tajam ke bawah USD 80.000 relatif mengecil. 

Namun di sisi atas, area USD 93.000–95.000 berubah menjadi resistensi kuat setelah gagal ditembus pada beberapa upaya pemantulan. Inilah yang membuat pergerakan BTC di akhir tahun tampak “mendatar”, padahal sesungguhnya pasar sedang menunggu katalis berikutnya.

Memasuki awal 2026, arah pergerakan Bitcoin lebih tepat dibaca sebagai fase seleksi, bukan kelanjutan reli langsung. Tanpa katalis makro baru, seperti perubahan ekspektasi suku bunga global, arus dana institusional tambahan, atau narasi baru pasca-halving, BTC cenderung bergerak sideways dengan bias lemah. 

Potensi skenario dasarnya adalah konsolidasi di rentang USD 85.000–95.000, dengan volatilitas yang lebih rendah dibanding paruh kedua 2025. Penurunan masih mungkin terjadi, tetapi lebih bersifat pengujian ulang support ketimbang awal tren turun panjang.

Untuk BTCIDR, pola ini berarti pergerakan akan lebih dipengaruhi oleh stabilitas rupiah. Jika rupiah tetap terjaga di awal 2026, maka BTCIDR berpotensi bergerak sejalan dengan BTC global tanpa lonjakan ekstrem. 

Namun jika terjadi tekanan nilai tukar, BTCIDR bisa tampak “menguat” meski BTCUSD tidak bergerak signifikan, sesuatu yang perlu dibaca hati-hati oleh investor domestik agar tidak keliru menafsirkan kekuatan tren.

Kesimpulannya, akhir 2025 bukan fase euforia bagi Bitcoin, melainkan fase pendinginan yang sehat setelah reli panjang. Awal 2026 berpotensi menjadi periode akumulasi selektif, bukan ledakan harga instan. 

Arah besar belum berubah menjadi bearish struktural, tetapi pasar juga belum memberi sinyal bahwa tren naik besar berikutnya siap dimulai.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait