Market Hari Ini 22 Nov 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Bitcoin Terus Merosot: Pekan Depan Perhatikan Area USD80.000

Bitcoin terus tertekan hingga menyentuh level terendah tujuh bulan, dengan tren teknikal yang masih bearish dan peluang pemulihan pekan depan tetap sangat terbatas.

Bitcoin melemah ke USD84 ribu dan masih berada dalam tren bearish. Support USD80 ribu jadi penentu apakah koreksi berlanjut pekan depan.

Ilustrasi pasar kripto. Foto: Investopedia.
Ilustrasi pasar kripto. Foto: Investopedia.

Daftar Isi

  1. 01 Ada Penyimpangan Pola Historis

KABARBURSA.COM – Bitcoin belum bisa melepaskan diri dari zona tekanan berat. Pergerakannya hingga Sabtu siang, 22 November 2025, melemah di kisaran USD84.357, setelah sempat menyentuh level terendah harian di USD80.524.

Struktur teknikal pada grafik harian menunjukkan pelemahan yang bukan lagi bersifat korektif, melainkan tren turun yang terkonfirmasi. Penurunan beruntun sejak akhir Oktober kini membawa harga ke area yang belum disentuh dalam tujuh bulan terakhir. Di sini, dominasi seller masih sangat kuat.

Pada grafik, rangkaian candlestick merah berturut-turut menunjukkan selling pressure intens yang tidak disertai relief rebound berarti. Setiap percobaan naik langsung ditembus kembali oleh tekanan jual baru. 

Harga kini bergerak jauh di bawah seluruh moving average utama—MA10, MA20, MA50, MA100, dan MA200—yang keseluruhannya memberikan sinyal sell. Gradient penurunan MA200 mempertegas bahwa struktur tren jangka panjang sudah bergeser menjadi bearish.

Dari sisi pivot, posisi Bitcoin kini bergerak di bawah S1 dan mendekati area S2 secara klasik. Artinya, harga berada di wilayah oversold trend continuation, bukan oversold reversal. Struktur seperti ini biasanya menandakan bahwa kenaikan jangka pendek hanya akan menjadi retracement, bukan pembalikan tren.

Data volatilitas juga mengindikasikan tekanan. Pergerakan harian yang minus 1,6 persen mungkin tampak moderat, tetapi konteks lebih luas memperlihatkan penurunan mingguan sebesar dua digit. Pola ini terjadi bersamaan dengan penguatan dolar dan arus risk-off di pasar global. Suatu kombinasi klasik yang biasanya memang memberi tekanan pada aset kripto.

Ada Penyimpangan Pola Historis

Dari sisi statistik bulanan, Bitcoin juga menunjukkan penyimpangan dari pola historis. Pada November 2025, Bitcoin turun lebih dari 22 persen, padahal November dalam dua tahun terakhir sering kali menjadi bulan positif. 

Penyimpangan pola ini semakin memperkuat narasi bahwa pasar sedang berada dalam fase reposisi besar, dengan investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Untuk proyeksi pekan depan, tren teknikal masih menunjukkan kecenderungan bearish. Tanpa katalis makro yang kuat seperti sinyal pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih agresif atau perlambatan inflasi yang signifikan. Artinya, Bitcoin berpotensi melanjutkan pelemahannya. 

Area psikologis USD80.000 menjadi support penting yang harus dipertahankan. Jika level ini ditembus dengan volume besar, Bitcoin berpotensi turun menuju rentang USD76.000–USD72.000 dalam beberapa hari ke depan.

Namun, peluang rebound teknikal tetap ada. Setelah penurunan panjang dan menyentuh area yang mendekati S2–S3 pivot, Bitcoin sering memunculkan relief rally jangka pendek. 

Jika sentimen makro membaik dan dolar melemah, Bitcoin bisa saja memantul menuju area resistance terdekat di USD86.000–USD90.000. Tetapi selama harga masih tertahan di bawah MA20, di mana setiap kenaikan tetap berstatus retracement, bukan awal bullish reversal.

Dengan kondisi seperti ini, pekan depan Bitcoin diperkirakan bergerak dalam pola volatile bearish. Peluang bullish masih kecil dan memerlukan sinyal kuat baik dari market structure maupun indikator makro. 

Tanpa dukungan volume beli yang signifikan, Bitcoin masih berada dalam lintasan turun dan potensi pembalikan tren belum terbentuk.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait