Market Hari Ini 15 Aug 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BKSL: Menguji Kekuatan Support, Menanti Konfirmasi Rebound

BKSL bertahan di support 147 dengan peluang rebound, didukung sinyal teknikal positif. Jika mampu tembus 160, saham berpotensi melanjutkan kenaikan hingga 170.

Saham BKSL berpeluang rebound dari support 147, target harga 160–170. Sinyal teknikal positif dukung tren naik, layak dipertimbangkan untuk akumulasi.

Kawasan pusat bisnis dan permukiman PT Sentul City Tbk di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Dok. Sentul City.
Kawasan pusat bisnis dan permukiman PT Sentul City Tbk di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Dok. Sentul City.

KABARBURSA.COM - Saham PT Sentul City Tbk (BKSL) kembali jadi sorotan setelah bergerak mendekati level support penting di 147. Pergerakan korektif yang terjadi belakangan ini tampak masih terkendali, sehingga justru membuka peluang bagi terjadinya rebound. 

Sinyal teknikal juga mulai memperlihatkan tanda-tanda positif, salah satunya melalui pola golden cross pada Stochastic RSI yang sering kali menjadi pemicu pergerakan balik arah.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya Jumat, 15 Agustus 2025 menjabarkan, harga saham BKSL sempat ditutup di kisaran 149–157, naik sekitar 2,67 persen dalam perdagangan harian. Jika mampu menguat dan bertahan di atas 160, maka peluang rebound akan semakin terbuka lebar dengan ruang kenaikan menuju 170. 

Namun, jika harga jatuh di bawah 147, maka potensi tekanan jual bisa kembali dominan.

Sejumlah indikator teknikal mengonfirmasi adanya peluang penguatan. Relative Strength Index (RSI) berada di 56,8 yang masih berada di zona sehat, sementara MACD dan ROC juga memberi sinyal positif. 

Indeks kekuatan tren (ADX) di level 29,5 menandakan tren yang cukup kuat. Meski Stochastic dan Stochastic RSI sempat menunjukkan kondisi jenuh jual, justru hal ini bisa menjadi ruang bagi saham untuk membangun momentum baru.

Gambaran serupa terlihat pada indikator moving average. Hampir semua garis rata-rata utama, dari MA20 hingga MA200, berada di bawah harga saat ini, mengindikasikan tren menengah hingga panjang masih terjaga. Hanya MA10 sederhana yang memberi sinyal lemah, namun tidak cukup kuat untuk mengubah arah tren yang lebih besar.

Secara historis, BKSL menunjukkan performa luar biasa sepanjang tahun. Dari awal tahun hingga kini, saham ini sudah menguat lebih dari 116 persen, bahkan dalam setahun terakhir melonjak hingga 266 persen. Meski tidak lepas dari volatilitas, tren jangka panjang masih menunjukkan arah yang positif.

Melihat kondisi tersebut, BKSL kini berada pada titik yang krusial. Selama harga bertahan di atas 147, peluang rebound tetap terjaga. 

Target jangka pendek berada di 160, dengan potensi berlanjut ke 170. Bagi investor jangka pendek, area 150–153 bisa menjadi titik masuk yang menarik, dengan disiplin menempatkan stop loss di bawah 147. Sedangkan untuk investor jangka menengah hingga panjang, tren harga dan dukungan teknikal memberi alasan kuat bahwa saham ini layak dikoleksi secara bertahap.

Kesimpulannya, BKSL memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan selama mampu menutup perdagangan di atas 160. Momentum rebound bisa menjadi sinyal akumulasi baru, meski disiplin pada batas risiko tetap menjadi kunci utama bagi investor.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait