Market Hari Ini 12 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Blok Migas RI Ditinggal Rusia, Siapa Investor Penggantinya?

Blok Migas RI Ditinggal Rusia, Siapa Investor Penggantinya?
Blok Migas RI Ditinggal Rusia, Siapa Investor Penggantinya?

KABARBURSA.COM-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada investor yang sungguh-sungguh tertarik untuk mengambil alih posisi perusahaan minyak dan gas bumi (migas) dari Rusia, Zarubezhneft, di Blok Tuna, Kepulauan Natuna.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menyatakan bahwa meskipun data room sudah dibuka, belum ada penawaran yang serius untuk menggantikan peran perusahaan Rusia tersebut dalam eksplorasi Blok Tuna bersama Harbour Energy. "Meskipun ada minat dari beberapa perusahaan yang membuka data room untuk Blok Tuna, hingga saat ini belum ada yang menunjukkan keseriusan untuk menandatangani kontrak atau berkomitmen pada tahap komersialisasi," katanya Senin 14 Februari 2024.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengonfirmasi bahwa saat ini proses pembukaan data room Blok Tuna sedang berlangsung, dengan 14 perusahaan menunjukkan minat untuk menggantikan peran Zarubezhneft.

Menurut Dwi, perusahaan-perusahaan yang tertarik berasal dari luar negeri dan mereka diberi waktu hingga Maret 2024 untuk menunjukkan keseriusan mereka.

Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf, menyatakan bahwa proses pencarian operator pengganti Zarubezhneft di Blok Tuna masih berlangsung, sambil berharap agar proses divestasi tersebut selesai dalam tahun ini.

Blok Tuna, yang dioperasikan oleh Harbour Energy melalui Premier Oil Tuna B.V., terkena dampak sanksi dari Uni Eropa dan Inggris karena partner mereka, Zarubezhneft, berasal dari Rusia. Oleh karena itu, Zarubezhneft memutuskan untuk menarik diri dari proyek tersebut.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait