Market Hari Ini 20 Jun 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Uslimin Usle

Blue Bird (BIRD) Bagi Dividen Rp300,2 Miliar, Kinerja Saham Moncer

Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 2 Juli 2025, dengan pembayaran yang akan dilakukan pada 11 Juli 2025

PT Blue Bird Tbk (BIRD) resmi mengumumkan pembagian dividen setelah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 19 Juni 2025.

Kantor Pusat Blue bird di Jakarta. Foto: dok Blue Bird
Kantor Pusat Blue bird di Jakarta. Foto: dok Blue Bird

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Saham BIRD

KABARBURSA.COM - PT Blue Bird Tbk (BIRD) resmi mengumumkan pembagian dividen setelah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 19 Juni 2025.

RUPST Bluebird menyetujui pembagian dividen dengan total Rp300,2 miliar atau sebesar Rp120 per lembar saham. Besaran divisen ini merupakan 51 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Perseroan tahun buku 2024. 

Manajemen menyampaikan, dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 2 Juli 2025, dengan pembayaran yang akan dilakukan pada 11 Juli 2025.

Sementara itu, sisa laba sebesar Rp284,9 miliar akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung kebutuhan belanja modal serta pengembangan strategis di tahun berjalan.

Adapun pada 2024, Bluebird mencatat pendapatan bersih sebesar Rp5 triliun, meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan, perusahaan membukukan laba bersih sebesar lebih dari Rp593 miliar, tumbuh 28 persen dari tahun 2023, sementara EBITDA naik menjadi lebih dari Rp1,2 triliun atau meningkat 9 persen secara tahunan. 

Peningkatan kinerja ini ditopang oleh langkah ekspansi dan optimalisasi operasional yang konsisten dijalankan Perseroan. Di akhir 2024, total armada Bluebird tercatat sekitar 24.200 tersebar di 20 kota, meningkat sekitar 1.200 unit dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono mengatakan 2024 merupakan tahun ketiga secara berturut-turut Bluebird mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit.

Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan ketahanan dan adaptasi Bluebird dalam menjawab tantangan industri dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. 

"Dengan berfokus pada efisiensi, kualitas layanan, dan keberlanjutan, kami optimis untuk terus bertumbuh dan menciptakan nilai jangka panjang,” ujar dia dalam keterangan resmi, Kamis, 19 Juni 2025.

RUPST 2025 juga menyetujui perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dengan mengangkat Noni Purnomo sebagai Wakil Komisaris Utama. Hal ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola dan arah strategis perusahaan ke depan.

Adrianto mengatakan tahun 2025 akan menjadi momentum penting bagi Bluebird untuk tetap relevan dan kompetitif di era mobilitas modern. Ia menyatakan, pihaknya akan terus mengembangkan armada yang lebih ramah lingkungan, memperluas kemitraan kanal digital, serta menghadirkan layanan-layanan yang adaptif dan inklusif. 

"Fokus kami tetap pada pertumbuhan yang berkelanjutan dan menjadikan Bluebird sebagai solusi mobilitas yang #SelaluDiandelin," tutup dia.

Kinerja Saham BIRD

Saham Bluebird, BIRD menunjukkan performa ciamik dari sisi fundamental maupun pergerakan harga saham dalam beberapa periode terakhir.   

Mengutip data perdagangan Stockbit, Jumat, 20 Juni 2025, kinerja harga saham BIRD dalam 3 bulan terakhir naik 29,90 persen dan dalam 1 tahun terakhir menguat 24,34 persen. 

Kendati sempat terkoreksi tipis dalam sepekan dan sebulan terakhir, masing-masing -0,53 persen dan -2,07 persen, secara tahunan saham BIRD menunjukkan tren positif. 

Dalam lima tahun terakhir, saham ini bahkan telah mencatat kenaikan 59,49 persen. Namun jika ditarik lebih panjang ke 10 tahun terakhir, harga saham masih terkoreksi cukup dalam hingga -76,38 persen. 

Secara fundamental, Blue Bird juga terbilang sehat. Rasio solvabilitas seperti Current Ratio sebesar 1,61 dan Quick Ratio 1,59 menunjukkan posisi kas dan aset lancar perusahaan sangat mencukupi untuk menutupi kewajiban jangka pendek. Debt to Equity Ratio pun terjaga di angka rendah 0,25 yang mencerminkan struktur permodalan yang konservatif.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan ini juga menarik. Return on Equity (ROE) tercatat 10,50 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 7,26 persen. Marjin keuntungan juga solid, dengan gross profit margin 32,78 persen, operating margin 12,92 persen, dan net profit margin 12,71 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait