Market Hari Ini 17 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Blue Bird (BIRD) Masih Undervalued, Potensi Dividen Jadi Alasan Buy on Weakness

Saham Blue Bird (BIRD) menguat dengan valuasi murah dan dividen 6,6 persen. MNC Sekuritas rekomendasikan buy on weakness dengan target Rp1.850–Rp1.890.

Blue Bird (BIRD) undervalued, dividen tinggi, dan direkomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp1.850–Rp1.890.

Ilustrasi armada PT Blue Bird Tbk. Foto: Dok BIRD.
Ilustrasi armada PT Blue Bird Tbk. Foto: Dok BIRD.

KABARBURSA.COM - Blue Bird Tbk (BIRD) merupakan salah satu emiten transportasi yang eksis dan menarik untuk diperhatikan. Beberapa pekan terakhir, BIRD menjadi sorotan setelah sahamnya menguat 1,40 persen ke level Rp1.815 pada perdagangan Selasa, 16 September 2025. 

Kenaikan ini disertai dengan peningkatan volume pembelian, meski masih tertahan di area moving average 20 (MA20). 

Dari perspektif teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan harga BIRD tengah memasuki fase awal wave [c] dari wave B, sebuah pola yang biasanya membuka peluang penguatan lanjutan bila mampu menembus area resistensi terdekat. 

Karena itu, strategi yang diusulkan adalah buy on weakness di kisaran Rp1.780–Rp1.800 dengan target harga menuju Rp1.850 hingga Rp1.890. Adapun batas risiko atau stop loss dipasang di bawah Rp1.775.

Secara fundamental, valuasi BIRD tergolong menarik. Dengan price-to-earnings ratio (PER) hanya 6,91 kali (TTM) atau 6,39 kali (forward), saham ini diperdagangkan lebih murah dibanding median PER IHSG yang berada di level 8,91 kali. Earnings yield BIRD mencapai 14,48 persen, mengindikasikan imbal hasil laba yang relatif tinggi. 

Dari sisi price-to-book value (PBV), saham ini juga masih undervalued di level 0,77 kali, sementara rasio solvabilitas terjaga dengan debt-to-equity ratio 0,29. Profitabilitasnya pun cukup solid, tercermin dari return on equity (ROE) 11,12 persen serta margin laba bersih kuartal terakhir 12,43 persen.

Daya tarik lain dari BIRD adalah konsistensi dalam membagikan dividen. Pada 2025, perusahaan sudah menetapkan dividen Rp120 per saham dengan yield sekitar 6,61 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata dividen di sektor transportasi. 

Rasio pembayaran dividen (payout ratio) terjaga di kisaran 44–51 persen dalam tiga tahun terakhir, menandakan komitmen manajemen menjaga imbal hasil bagi pemegang saham tanpa mengorbankan kesehatan arus kas perusahaan.

Dari sisi teknikal harian, indikator memberikan sinyal beragam namun cenderung positif. Relative Strength Index (RSI) berada di 47,65 yang netral, sementara Williams %R dan Commodity Channel Index (CCI) menunjukkan sinyal beli. 

Beberapa moving average jangka pendek juga sudah mengindikasikan tren positif, meski dalam jangka menengah masih ada tekanan. Dengan Average Directional Index (ADX) di level tinggi 53,85, volatilitas diperkirakan akan tetap kuat. 

Keseluruhan sinyal ini memperkuat pandangan bahwa ada peluang akumulasi di level bawah.

Dengan valuasi yang murah, fundamental yang sehat, kinerja keuangan yang tumbuh, serta potensi dividen yang atraktif, saham BIRD masih layak dipertimbangkan oleh investor. Rekomendasi MNC Sekuritas yang menyarankan buy on weakness sejalan dengan kondisi teknikal dan fundamental tersebut. 

Investor jangka menengah hingga panjang dapat memanfaatkan momentum koreksi terbatas untuk mengakumulasi saham, sambil mengantisipasi potensi kenaikan menuju target harga yang telah ditetapkan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait