Market Hari Ini 27 Nov 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

BMHS Perlengkap Layanan Bedah Robotik: bikin Laba Capai 950 Persen

Langkah agresif BMHS dalam memperdalam layanan kesehatan berfokus pada ibu dan anak menjadi sorotan utama

PT Bundamedik Tbk (BMHS) menegaskan posisinya sebagai pemain utama layanan kesehatan berkompleksitas tinggi di Indonesia

President Director PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono saat memaparkan materi public ekspose secara daring.
President Director PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono saat memaparkan materi public ekspose secara daring.

KABARBURSA.COM – PT Bundamedik Tbk (BMHS) menegaskan posisinya sebagai pemain utama layanan kesehatan berkompleksitas tinggi di Indonesia, setelah perusahaan memaparkan strategi dan kinerja terbarunya. Fokus perusahaan pada penguatan layanan subspesialis ibu dan anak serta pengembangan layanan medis kompleks seperti bedah robotik dan transplantasi ginjal terbukti menjadi mesin utama peningkatan profitabilitas BMHS sepanjang Kuartal III 2025.

Langkah agresif BMHS dalam memperdalam layanan kesehatan berfokus pada ibu dan anak menjadi sorotan utama. Perusahaan kini melibatkan 193 dokter spesialis dan subspesialis di seluruh jaringan RS Bunda Group, sehingga kontribusinya meningkat dari 48 persen menjadi 51 persen terhadap total pendapatan rumah sakit dalam satu tahun terakhir. Konsentrasi tinggi terhadap layanan kompleks seperti kasus neonatal berisiko tinggi, perawatan prematur, hingga layanan subspesialis kandungan terus diperkuat melalui pengembangan Centers of Excellence (CoE).

Tidak berhenti di situ, BMHS turut memperkokoh posisinya sebagai pioner layanan bedah robotik di Indonesia. Sejak 2012, perusahaan telah menyelesaikan lebih dari 800 prosedur robotik yang melibatkan disiplin obgyn, urologi, onkologi, THT, hingga bedah digestif. Inovasi terbaru muncul pada Agustus 2025 ketika RSU Bunda Jakarta menjadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang berhasil melakukan prosedur robotic skin sparing mastectomy, yaitu pengangkatan jaringan kanker payudara sambil tetap mempertahankan bentuk anatomi alami payudara. Prestasi ini menegaskan kemampuan BMHS dalam menjalankan tindakan berpresisi tinggi yang membutuhkan teknologi mutakhir serta tenaga medis berpengalaman.

Masih pada layanan kompleks, BMHS juga terus memperkuat kapasitas transplantasi ginjal yang menjadi salah satu layanan unggulan. Prosedur ini membutuhkan tingkat keahlian dan kesiapan fasilitas yang tinggi, sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperbesar kontribusi layanan berkompleksitas tinggi terhadap margin profitabilitas.

President Director PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menegaskan bahwa strategi pendalaman layanan kompleks tersebut langsung berkontribusi pada penguatan fundamental perusahaan. “Pertumbuhan profitabilitas di Kuartal III 2025 tercatat solid. Layanan kompleks menjadi keunggulan kompetitif BMHS dan berkontribusi signifikan pada peningkatan margin. Dengan memaksimalkan utilisasi aset yang ada, memperdalam subspesialisasi ibu dan anak, serta mengembangkan inovasi seperti layanan bedah robotik, kami melihat penguatan kualitas layanan sekaligus efektivitas operasional,” ujar Agus dalam pemaparannya Public Expose Tahunan secara daring dikutip Kamis, 27 November 2025.

Ia menjelaskan dorongan terhadap layanan kompleks tersebut ikut mengangkat kinerja keuangan BMHS sepanjang Kuartal III 2025. Pendapatan tumbuh lima persen secara kuartalan menjadi Rp397 miliar, sementara laba bersih melonjak sembilan ratus lima puluh persen menjadi Rp13,6 miliar. Margin EBITDA juga meningkat dari 13 persen pada Kuartal II menjadi 17 persen pada Kuartal III 2025. Performa tersebut didorong oleh kontribusi sinergis seluruh entitas dalam ekosistem BMHS, mulai dari RS Bunda Group, Morula IVF Indonesia, hingga Diagnos Laboratorium.

Penguatan layanan berkompleksitas tinggi ini juga meluas pada fasilitas neonatal. Bertepatan dengan World Prematurity Day pada 17 November 2025, RSIA Bunda Jakarta meresmikan perluasan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dengan kapasitas 31 tempat tidur serta peningkatan jumlah inkubator. Fasilitas ini mampu melayani dua ratus lima puluh hingga tiga ratus bayi berisiko tinggi per tahun, dilengkapi program Family Integrated Care dan ruang yang mendukung Perawatan Metode Kanguru. Semua ini memperkuat komitmen BMHS dalam menghadirkan layanan ibu dan anak yang komprehensif dengan outcome klinis yang lebih baik.

Selain memperkuat layanan, BMHS juga menyiapkan ekspansi kapasitas rumah sakit. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas dari 600 menjadi 1.000 tempat tidur pada periode 2026 hingga 2027. Ekspansi ini dilakukan dengan memaksimalkan aset rumah sakit yang sudah ada, terutama lima rumah sakit dalam jaringan RS Bunda Group, sehingga mampu mengakomodasi peningkatan permintaan layanan kompleks.

Kinerja positif ini disebut sebagai hasil dari konsistensi strategi sejak awal 2025. “Momentum ini menjadi dasar yang kokoh bagi BMHS untuk terus memperluas kapasitas, meningkatkan kualitas layanan kompleks, serta memperkuat pertumbuhan berkesinambungan,” kata Agus.

Ia menyebut dengan fokus pada teknologi medis mutakhir, perluasan layanan subspesialis ibu dan anak, serta kesiapan menghadapi kasus-kasus klinis berkompleksitas tinggi, BMHS menegaskan arah transformasinya sebagai jaringan layanan kesehatan modern yang mengutamakan kualitas dan profitabilitas jangka panjang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait