Market Hari Ini 18 Apr 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

BNGA Tebar Dividen 2026 Rp4 Triliun, Kenapa Laba tak Dibagi Semua?

Pembagian dividen disetujui RUPS dengan porsi laba yang tetap ditahan untuk menjaga permodalan dan ekspansi bisnis.

BNGA bagikan dividen Rp4,06 triliun pada 2026. Simak payout ratio, dividen per saham, dan jadwal pembayarannya.

BNGA menetapkan pembagian dividen Rp4,06 triliun untuk tahun buku 2025. (Foto: Dok. Bank CIMB Niaga)
BNGA menetapkan pembagian dividen Rp4,06 triliun untuk tahun buku 2025. (Foto: Dok. Bank CIMB Niaga)

KABARBURSA.COM PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp4,06 triliun yang akan didistribusikan pada 2026. Nilai tersebut setara hingga 60 persen dari laba bersih perusahaan.

Corporate Secretary BNGA Fransiska Oei menyampaikan bahwa pembagian dividen telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026. Keputusan ini menjadi dasar distribusi laba kepada seluruh pemegang saham.

“Perseroan akan membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar-besarnya Rp4.067.333.245.077 atau setinggi-tingginya 60 persen dari laba bersih,” ujar Fransiska dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu, 18 April 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi, laba bersih BNGA sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp6,87 triliun. 

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp4,06 triliun dialokasikan sebagai dividen, sementara sisanya ditahan untuk memperkuat struktur permodalan.

Dengan jumlah saham beredar sebanyak 25,14 miliar lembar, setiap pemegang saham akan menerima dividen sekurang-kurangnya Rp161,77 per saham. Pembagian ini berlaku untuk seluruh pemegang saham, baik kelas A maupun kelas B.

Fransiska menjelaskan bahwa kebijakan pembagian dividen mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan serta kebutuhan ekspansi bisnis. 

Penetapan payout ratio yang tidak penuh mencerminkan keseimbangan antara distribusi laba dan penguatan modal.

“Pembagian dividen dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan permodalan dan keberlanjutan kinerja perusahaan,” katanya.

Dari sisi keuangan, BNGA mencatat total ekuitas sebesar Rp58,15 triliun per 31 Desember 2025. Sementara saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp2,80 triliun.

Adapun jadwal pembagian dividen telah ditetapkan dengan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 27 April 2026. Selanjutnya, ex dividen jatuh pada 28 April 2026.

Tanggal pencatatan pemegang saham atau recording date ditetapkan pada 29 April 2026 pukul 16.00 WIB. Sementara pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 13 Mei 2026.

Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham hingga recording date. Untuk investor yang menyimpan saham dalam penitipan kolektif, pembayaran dilakukan melalui Rekening Dana Nasabah (RDN) masing-masing.

Selain itu, BNGA menegaskan bahwa dividen yang dibagikan akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. 

Untuk pemegang saham luar negeri, tarif pajak dapat mengikuti perjanjian penghindaran pajak berganda dengan syarat dokumen pendukung terpenuhi. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait