Market Hari Ini 07 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Boncos Rp20 Miliar tapi Saham Terbang 200 Persen, Ritel Siap Lepas ASLI?

Harga saham ASLI naik empat kali ARA meski rugi Rp19,95 miliar dan valuasi sudah overvalued dengan PBV 1,46 kali.

Harga saham ASLI naik empat kali ARA meski rugi Rp19,95 miliar dan valuasi sudah overvalued dengan PBV 1,46 kali.

Harga saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) mencatat kenaikan luar biasa dalam sepekan terakhir. (Foto: Dok. Astra Karya Lestari)
Harga saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) mencatat kenaikan luar biasa dalam sepekan terakhir. (Foto: Dok. Astra Karya Lestari)

Daftar Isi

  1. 01 Rugi Bersih Naik Lima Kali Lipat
  2. 02 Valuasi Melonjak, Risiko Koreksi Meningkat

KABARBURSA.COM — Harga saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) mencatat kenaikan luar biasa dalam sepekan terakhir. 

Emiten jasa konstruksi yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir 2023 itu melesat lebih dari 200 persen hanya dalam lima hari perdagangan, meski kinerja keuangan perseroan justru menunjukkan penurunan tajam.

Pada perdagangan Selasa, 7 Oktober 2025, saham ASLI menguat 34,97 persen atau menyentuh Auto Reject Atas (ARA) ke level Rp220 per saham. 

Lonjakan tersebut memperpanjang tren penguatan beruntun sejak akhir September, saat saham ini masih berada di posisi Rp67 per saham. 

Sepanjang periode 30 September hingga 7 Oktober, harga saham ASLI telah melonjak 228 persen.

Aktivitas transaksi juga meningkat tajam. Nilai perdagangan saham ASLI mencapai Rp85,61 miliar dengan volume mencapai 4,07 juta lot. 

Rugi Bersih Naik Lima Kali Lipat

Kenaikan harga saham yang signifikan tersebut justru terjadi di tengah kinerja keuangan yang melemah. 

Berdasarkan laporan keuangan semester I 2025, ASLI mencatat rugi bersih sebesar Rp19,95 miliar, melonjak lebih dari lima kali lipat dibanding rugi Rp3,64 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan usaha tercatat Rp115,02 miliar, hanya naik tipis dari Rp106,83 miliar pada semester I 2024. 

Namun beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp110,94 miliar, sehingga laba kotor turun tajam menjadi Rp4,08 miliar dari Rp22,93 miliar pada periode sebelumnya. 

Beban administrasi dan umum mencapai Rp19,09 miliar, sedangkan beban bunga sebesar Rp2,76 miliar menekan margin laba kian dalam.

Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas merosot drastis menjadi Rp11,52 miliar dari Rp47,96 miliar di akhir 2024. 

Total liabilitas meningkat menjadi Rp88,20 miliar, sementara ekuitas turun ke Rp467,90 miliar. 

Penurunan kas dan kenaikan utang tersebut memperlihatkan tekanan arus kas yang cukup besar di tengah beban operasional yang tinggi.

Valuasi Melonjak, Risiko Koreksi Meningkat

Lonjakan harga saham ASLI juga membuat valuasi sahamnya naik tajam. 

Dengan jumlah saham beredar sekitar 3,125 miliar lembar, kapitalisasi pasar emiten ini kini mencapai Rp687,5 miliar, naik hampir tiga kali lipat dibanding pekan sebelumnya yang masih sekitar Rp210 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, nilai buku per saham (book value per share) ASLI sekitar Rp150. 

Dengan harga pasar Rp220, rasio price to book value (PBV) saham ini kini berada di kisaran 1,46 kali, padahal sebelumnya hanya sekitar 0,45 kali. 

Namun secara price to earnings ratio (PER), saham ASLI belum memiliki basis valuasi karena masih membukukan rugi bersih. 

Harga wajar saham ASLI secara fundamental seharusnya berada di kisaran Rp70–90 per saham, setara dengan PBV 0,5–0,6 kali, mengingat pertumbuhan pendapatan yang stagnan, margin laba kotor di bawah 4 persen, dan belum ada kontrak besar yang menjamin pertumbuhan laba jangka menengah. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait