Market Hari Ini 07 Dec 2023 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Bos JPMorgan Minta Bitcoin di Larang

Bos JPMorgan Minta Bitcoin di Larang
Bos JPMorgan Minta Bitcoin di Larang

KABARBURSA.COM - CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memberikan pandangan kritis kepada Komite Perbankan Senat AS soal mata uang kripto, termasuk Bitcoin.

Menjawab pertanyaan dari Senator Massachusetts Elizabeth Warren, Dimon menuduh bahwa Korea Utara menggunakan "hasil kejahatan kripto" untuk mendanai sebagian besar program misilnya.

Menurut Dimon, aset digital ini melayani aktivitas ilegal seperti pencucian uang dan pendanaan untuk aktivitas teroris.

Dia menyatakan bahwa jika memiliki kekuasaan pemerintahan, ia akan memilih untuk menutup sektor kripto.

"Dalam kasus penggunaan sebenarnya, melibatkan penjahat, pengedar narkoba, pencucian uang, penghindaran pajak," ujar Dimon kepada anggota parlemen saat sidang Komite Perbankan Senat pada hari Rabu.

Komentar tajam Dimon terhadap kripto dan Bitcoin bukan yang pertama kalinya.

Di 2017 ia bahkan menyebut Bitcoin sebagai penipuan dan mengkritik putranya karena membeli aset tersebut.

Dimon juga meragukan apakah pasokan Bitcoin akan dibatasi hingga 21 juta koin, dengan menyatakan,

"Mungkin akan mencapai 21 juta, dan gambar Satoshi akan muncul dan menertawakan Anda semua."

Meskipun mengkritik Bitcoin, Dimon mengakui nilai teknologi yang mendasarinya. Banknya, JPMorgan, telah menggunakan blockchain untuk proyek-proyek seperti JPM Coin, koin digital yang berjalan pada blockchain yang diizinkan (buku besar terdistribusi yang tidak dapat diakses publik seperti Ethereum atau Bitcoin).

Sikap Dimon segera memicu reaksi dari komunitas kripto di seluruh dunia, yang menyoroti seberapa sering JP Morgan dan bank lain didenda oleh regulator karena melanggar aturan.

Komunitas tersebut dengan tegas menolak klaim bahwa Bitcoin digunakan oleh penjahat, menekankan bahwa Bitcoin beroperasi pada buku besar yang transparan, dan transaksinya dapat dengan mudah dilacak.

Beberapa pejabat pemerintah, seperti mantan Direktur CIA Michael Morell, bahkan menyebut Bitcoin sebagai "anugerah" bagi penegakan hukum, mengingat tingkat transparansi yang dimilikinya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait