Market Hari Ini 29 Jan 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Tim Editorial

Breaking News! IHSG Turun Delapan Persen, BEI Kembali Berlakukan Trading Halt

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memberlakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt. Penghentian sementara ini dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB setelah penurunan indeks melewati ambang batas yang ditetapkan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memberlakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt. Penghentian sementara ini dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB

Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok Desty Luthfiani /KabarBursa.com
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok Desty Luthfiani /KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Tekanan hebat kembali menghantam pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles hingga 8 persen pada perdagangan Kamis pagi, 29 Januari 2026, memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memberlakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt. Penghentian sementara ini dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB setelah penurunan indeks melewati ambang batas yang ditetapkan.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG tercatat berada di level 7.654,66 atau turun 665,89 poin setara 8,00 persen. Pelemahan terjadi sangat cepat sejak pembukaan, di mana IHSG dibuka di posisi 8.027,83 dan sempat menyentuh level tertinggi di 8.049,10 sebelum tekanan jual semakin dalam. Sepanjang 30 menit awal perdagangan, indeks terus meluncur hingga menyentuh level terendah di 7.654,66.

Kondisi pasar mencerminkan tekanan yang sangat luas. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 658 saham tercatat turun, hanya 33 saham yang menguat, dan 20 saham bergerak stagnan. Data ini menunjukkan mayoritas pelaku pasar memilih melepas sahamnya di tengah meningkatnya kekhawatiran dan volatilitas yang tinggi.

Nilai transaksi hingga diberlakukannya trading halt tercatat mencapai sekitar Rp10,99 triliun dengan volume perdagangan sebesar 13,08 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 863.333 kali. Tekanan jual terlihat merata di hampir seluruh sektor, termasuk saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama IHSG.

Pembekuan sementara perdagangan pagi ini menandai hari kedua berturut-turut BEI melakukan trading halt. Sehari sebelumnya, pada Rabu, 28 Januari 2026, BEI juga sempat menghentikan sementara perdagangan setelah IHSG mengalami penurunan tajam dalam satu sesi. Kondisi tersebut menegaskan bahwa tekanan pasar masih berlanjut dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Trading halt dilakukan sesuai dengan ketentuan bursa untuk menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi perdagangan di tengah volatilitas ekstrem. Langkah ini diharapkan dapat memberi waktu bagi pelaku pasar untuk mencermati informasi yang ada serta menahan kepanikan yang berpotensi memperburuk kondisi pasar.

Anjloknya IHSG dalam dua hari berturut-turut tidak terlepas dari derasnya aksi jual investor asing serta meningkatnya sentimen negatif global dan domestik. Isu terkait indeks global MSCI kembali menjadi sorotan pelaku pasar, terutama menyangkut free float, likuiditas, dan potensi penyesuaian bobot saham Indonesia. Ketidakpastian ini membuat investor global cenderung mengambil langkah defensif dengan mengurangi eksposur di pasar saham Tanah Air.

Selain itu, tekanan teknikal juga memperparah pelemahan. Penurunan tajam sejak pembukaan membentuk gap besar dan memicu aksi jual lanjutan, termasuk pelepasan saham secara otomatis akibat batas penurunan harga. Kondisi ini tercermin dari dominasi saham yang melemah dan minimnya saham yang mampu bertahan di zona hijau.

Pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan dari otoritas pasar modal serta kejelasan arah kebijakan yang dapat meredakan volatilitas. Dengan kondisi IHSG yang masih berada di bawah tekanan kuat, pasar diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif dalam waktu dekat, terutama jika sentimen global dan isu MSCI belum menunjukkan kejelasan.

Bursa Efek Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar secara ketat dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas. Sementara itu, investor diimbau untuk tetap mencermati risiko dan perkembangan informasi terbaru sebelum mengambil keputusan investasi di tengah kondisi pasar yang sangat dinamis ini.


"Hari ini Kamis 29 Januari 2026 perdagangan (trading halt sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen," kata sekretaris BEI, Kautsar Primadi Nurahmad melalui keterangan tertulisnya Kamis, 29 Januari 2026.

Ia mengatakan BEI melakukan upaya tersebut dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, danefisien sesuai dengan Peraturan Nomor I1-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.(*)


 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait