Market Hari Ini 11 Feb 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Brent Sentuh USD69, Ketegangan Global Tekan Pasokan Energi

Harga minyak dunia naik tipis imbas ketegangan AS-Iran. Pasar mencermati risiko pasokan di Selat Hormuz dan menanti data stok minyak AS dari EIA.

Minyak dunia naik tipis, Brent di USD69 & WTI di USD64. Pasar pantau ketegangan AS-Iran dan risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Harga minyak dunia bergerak naik tipis pada perdagangan awal pasar global. Pergerakan ini terjadi seiring dengan pelaku pasar masih mencermati ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mempertahankan premi risiko di pasar energi.

Pada sesi awal perdagangan Asia hingga Eropa dan AS, harga minyak Brent tercatat di kisaran USD69,03 per barel, naik sekitar USD0,23 atau 0,33 persen dibanding sesi sebelumnya.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD64,19 per barel, juga menguat sekitar USD0,23 atau 0,36 persen.

Kenaikan harga terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah, terutama terkait dinamika hubungan AS dan Iran serta jalur pengiriman energi strategis di Selat Hormuz.

Namun, kenaikan harga masih tertahan oleh faktor fundamental pasar, terutama laporan kenaikan stok minyak mentah Amerika Serikat berdasarkan data American Petroleum Institute (API).

Pasar kini menunggu konfirmasi melalui data resmi pemerintah AS yang akan dirilis Energy Information Administration (EIA).

Analis minyak dari brokerage PVM, Tamas Varga, mengatakan perhatian pasar masih tertuju pada perkembangan geopolitik, meski arah harga tetap bergantung pada kondisi pasokan nyata di lapangan.

“Pasar masih terfokus pada ketegangan antara Iran dan AS. Namun kecuali ada tanda nyata gangguan pasokan, harga kemungkinan akan mulai turun,” kata Varga, dikutip dari laporan Reuters, Rabu, 11 Februari 2026.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan diplomasi nuklir antara Washington dan Teheran yang berlangsung di Oman. Meski perundingan dinilai berlangsung konstruktif, pelaku pasar masih menilai risiko eskalasi tetap ada.

Penasihat perdagangan minyak dari Ritterbusch & Associates menilai pergerakan harga saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor risiko geopolitik dibanding kondisi fundamental pasar.

“Perdagangan minyak minggu ini, dan mungkin sisa bulan ini, akan sedikit berkaitan dengan fundamental minyak tetapi lebih berkaitan dengan injeksi dan penolakan premi risiko terkait Iran,” kata analis dari Ritterbusch & Associates.

Bagi kawasan Asia, termasuk Indonesia sebagai negara pengimpor minyak, stabilnya harga minyak di level relatif tinggi membuat biaya impor energi tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Jalur pengiriman melalui Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena sebagian besar pasokan minyak menuju Asia melewati kawasan tersebut.

Secara keseluruhan, pasar energi global masih bergerak hati-hati. Ketegangan geopolitik menopang harga minyak, tetapi data persediaan dan prospek permintaan global tetap menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan harga dalam jangka pendek.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait