Market Hari Ini 09 Apr 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Hutama Prayoga

BRI Jadi Merek RI Paling Bernilai di Global 500

BRI menempati peringkat 369 Global 500 2026 versi Brand Finance dan menjadi merek paling bernilai di Indonesia di tengah transformasi digital.

BRI masuk Global 500 2026 versi Brand Finance, peringkat 369 dunia dan jadi merek paling bernilai di Indonesia di tengah transformasi digital.

BRI masuk Global 500 2026, jadi merek paling bernilai di Indonesia. Foto: dok. BRI
BRI masuk Global 500 2026, jadi merek paling bernilai di Indonesia. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) meraih pencapaian internasional setelah masuk dalam daftar Global 500 2026 yang dirilis Brand Finance.

Dalam pemeringkatan tersebut, BRI menempati posisi ke-369 dunia sekaligus menjadi merek dengan nilai tertinggi di Indonesia.

Secara regional, BRI juga menjadi bagian dari 11 brand asal ASEAN yang berhasil menembus daftar 500 merek paling bernilai secara global.

Peringkat ini memposisikan BRI sejajar dengan sejumlah raksasa teknologi dunia seperti Apple, Microsoft, Google, Amazon, hingga YouTube.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyatakan, capaian tersebut menegaskan kekuatan merek, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perseroan.

“Pengakuan global ini kami dedikasikan kepada seluruh nasabah setia BRI serta Insan BRILiaN yang telah memberikan kontribusi terbaiknya. Seiring percepatan BRIVolution Reignite, termasuk melalui corporate rebranding, BRI tetap berpegang pada DNA kerakyatannya dengan menghadirkan layanan yang semakin inklusif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan digital. Identitas baru ini diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus menjaga kedekatan BRI dengan masyarakat lintas generasi,” ujar Hery.

Sejalan dengan transformasi tersebut, BRI telah meluncurkan program BRIVolution Reignite yang diperkuat melalui corporate rebranding pada Desember 2025 dengan mengusung semangat “Satu Bank untuk Semua”.

Langkah ini mencakup penyegaran identitas visual hingga penguatan layanan di seluruh lini bisnis, sekaligus menegaskan posisi BRI sebagai bank yang tetap dekat dengan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, di tengah percepatan digitalisasi.

Di sisi lain, metode penilaian Brand Finance mengacu pada standar ISO 20671 dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, yakni investasi pemasaran, ekuitas pemangku kepentingan, serta dampak terhadap kinerja bisnis. Penilaian tersebut menghasilkan skor Brand Strength Index (BSI) yang menjadi dasar valuasi merek.

Managing Director Asia Pacific Brand Finance, Alex Haigh menyebut, sektor perbankan masih mendominasi daftar merek ASEAN di Global 500 2026.

“Kinerja ini mencerminkan bagaimana perusahaan-perusahaan di ASEAN mampu menggabungkan kekuatan yang telah terbangun lama dengan strategi pertumbuhan yang tepat untuk bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Selain BRI, sejumlah bank besar di kawasan seperti DBS, OCBC Bank, dan Maybank juga konsisten menunjukkan performa kuat dalam pemeringkatan global tersebut.

Masuknya BRI dalam Global 500 2026 mempertegas posisi perseroan sebagai salah satu kekuatan finansial Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus menjaga relevansi di tengah transformasi industri perbankan global. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait