Market Hari Ini 06 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

BRI Raih Penghargaan ASEAN Corporate Governance Scorecard

BRI dinobatkan sebagai TOP 5 PLC Indonesia dan ASEAN Asset Class PLC dalam ajang ASEAN Corporate Governance Scorecard 2024.

BRI raih penghargaan ACGS 2024 untuk komitmen tata kelola terbaik di ASEAN, termasuk TOP 5 PLC Indonesia dan ASEAN Asset Class PLC.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). (Foto: Dok. BRI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). (Foto: Dok. BRI)

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Keuangan BRI

KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG). Hal ini dibuktikan dengan diraihnya penghargaan prestisius sekaligus dalam ajang ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) 2024, yaitu sebagai TOP 5 Public Listed Companies (PLC) Indonesia dan ASEAN Asset Class PLC.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Corporate Governance Conference and Awards yang diselenggarakan oleh ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) dan Minority Shareholders Watch Group (MSWG) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 24 Juli 2025.

ASEAN Corporate Governance Scorecard merupakan inisiatif regional yang memberikan penilaian independen terhadap implementasi tata kelola perusahaan publik di negara-negara ASEAN. Pada tahun ini, proses penilaian dilakukan terhadap 569 perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar besar di kawasan ASEAN. Penilaian dilakukan secara ketat dengan metodologi terstandarisasi yang disepakati oleh seluruh regulator pasar modal di ASEAN.

Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai unggul dalam aspek transparansi, akuntabilitas, serta penerapan standar tata kelola yang tinggi. ACGS juga mendorong perusahaan untuk terus menyelaraskan kerangka kerja tata kelola dengan praktik terbaik di akui di level ASEAN.

Direktur Human Capital & Compliance BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto menyampaikan apresiasinya atas capaian ini. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi BRI dalam menanamkan nilai-nilai GCG pada setiap proses bisnis perusahaan.

“BRI secara konsisten memastikan penerapan GCG yang terintegrasi dan berkelanjutan di seluruh lini organisasi, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, hingga seluruh Insan BRILian. Hal ini menjadi landasan penting bagi BRI untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, serta memperkuat kontribusi kami terhadap perekonomian nasional,” ujar Solichin.

Solichin menambahkan bahwa BRI akan terus mengakselerasi penguatan tata kelola perusahaan sesuai standar (best practice) di tingkat nasional, regional maupun internasional. Dengan tata kelola yang kokoh, BRI berkomitmen untuk menjadi institusi keuangan yang andal, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. 

Kinerja Keuangan BRI

Laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI sepanjang semester I 2025 memang tak seindah yang diharapkan pasar. Dengan pencapaian sebesar Rp26,3 triliun, angka ini turun 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan juga menurun 8 persen secara kuartalan. 

Capaian tersebut hanya merepresentasikan sekitar 46 persen dari proyeksi internal dan 45 persen dari estimasi konsensus analis. 

Tekanan terbesar berasal dari naiknya biaya pencadangan kerugian kredit (Cost of Credit/CoC) yang mencapai 3,4 persen, sedikit melampaui batas atas panduan manajemen yang berada di kisaran 3,0%-3,2 persen. 

Perlambatan kredit yang masih terjadi, khususnya di segmen mikro, membuat efisiensi CoC menjadi lebih sulit diraih.

Meski demikian, operasional inti BBRI tetap menunjukkan daya tahan. Pendapatan operasional sebelum provisi (PPOP) masih tumbuh tipis sebesar 2 persen dibanding tahun lalu. Pendapatan bunga bersih (NII) naik 3 persen secara tahunan, dan pendapatan non-bunga justru lebih impresif dengan kenaikan 6 persen, terutama dari komisi berbasis transaksi emas. 

Hal ini menjadi bukti bahwa mesin bisnis BBRI tetap berjalan meski harus menghadapi tekanan dari sisi kualitas aset.

Margin bunga bersih (NIM) menjadi kabar baik lainnya. Di tengah turunnya Loan to Deposit Ratio (LDR) ke angka 85%, NIM justru naik menjadi 7,8 persen, ditopang oleh kenaikan imbal hasil aset dan perbaikan dalam komposisi aset produktif. 

Biaya dana (Cost of Fund/CoF) relatif stabil di 3,6 persen, sementara komposisi dana murah atau CASA mengalami pertumbuhan kuat sebesar 11 persen secara tahunan. Ini menjadi indikasi bahwa sisi pendanaan BBRI kian membaik, dan menjadi fondasi penting untuk menjaga profitabilitas jangka menengah. (Info-Bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait