Market Hari Ini 06 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

BRI Reposisi Model Mikro dan Perkuat Disiplin Risiko

BRI transformasi model bisnis mikro dengan digitalisasi dan penguatan manajemen risiko, raih penghargaan ASEAN Corporate Governance Scorecard 2024.

BRI reposisi model mikro, perkuat sistem risiko & tata kelola, raih penghargaan ACGS 2024 tingkat ASEAN.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan arah transformasi bisnis dengan memprioritaskan reposisi model pembiayaan mikro dan penguatan manajemen risiko. (Foto: Dok. BRI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan arah transformasi bisnis dengan memprioritaskan reposisi model pembiayaan mikro dan penguatan manajemen risiko. (Foto: Dok. BRI)

KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan arah transformasi bisnis dengan memprioritaskan reposisi model pembiayaan mikro dan penguatan manajemen risiko sebagai pilar utama strategi pertumbuhan berkelanjutan. Penyesuaian model bisnis ini dilakukan untuk menjaga kualitas aset sekaligus memperluas akses pembiayaan secara lebih terukur.

Dalam presentasi kinerja keuangan semester I 2025, manajemen BRI menyampaikan bahwa transformasi di segmen mikro mencakup optimalisasi peran relationship manager (RM), penyempurnaan proses bisnis, serta akselerasi digitalisasi pembiayaan. Langkah ini ditempuh guna meningkatkan produktivitas petugas kredit dan efisiensi penyaluran kredit mikro di tengah kondisi daya beli masyarakat menengah bawah yang masih tertahan.

Selain aspek produktivitas, BRI juga menekankan penguatan disiplin risiko. Strategi ini dijalankan melalui perbaikan sistem praskrin kredit (pre-screening), penerapan sistem peringatan dini (early warning system), serta peningkatan fungsi pengawasan di unit mikro. Penambahan supervisor pada unit-unit mikro menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat kendali mutu kredit dari hulu ke hilir.

Reposisi bisnis mikro juga dilakukan seiring dengan upaya BRI menata kembali model ultra mikro yang dioperasikan melalui sinergi tiga entitas, yaitu BRI Micro, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Per semester I 2025, outstanding kredit dari ekosistem ultra mikro ini mencapai Rp631,9 triliun dengan jumlah peminjam lebih dari 34 juta nasabah.

Transformasi model mikro dan disiplin risiko tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Komitmen ini mendapatkan pengakuan internasional dengan diraihnya dua penghargaan dalam ajang ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) 2024.

Transformasi Diganjar Penghargaan Internasional

BRI dinobatkan sebagai TOP 5 Public Listed Companies (PLC) Indonesia dan ASEAN Asset Class PLC, dalam ajang yang diselenggarakan oleh ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) dan Minority Shareholders Watch Group (MSWG) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 24 Juli 2025.

ASEAN Corporate Governance Scorecard merupakan inisiatif regional yang menilai implementasi GCG pada ratusan perusahaan publik di Asia Tenggara dengan metodologi baku yang disepakati seluruh regulator pasar modal negara ASEAN. Tahun ini, penilaian dilakukan terhadap 569 perusahaan dengan kapitalisasi besar di kawasan.

Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai unggul dalam aspek transparansi, akuntabilitas, dan pelaksanaan prinsip tata kelola tingkat tinggi. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan BRI dalam menyelaraskan seluruh proses bisnis dengan praktik terbaik di tingkat regional.

Direktur Human Capital & Compliance BRI, Ahmad Solichin Lutfiyanto, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi bukti dari penerapan nilai-nilai GCG secara konsisten di seluruh lini organisasi. 

“BRI memastikan penerapan GCG yang terintegrasi dan berkelanjutan, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, hingga seluruh Insan BRILian,” ujar Solichin dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan bahwa tata kelola yang kokoh merupakan fondasi BRI dalam membangun institusi keuangan yang andal dan berorientasi jangka panjang. “BRI berkomitmen untuk terus mengakselerasi penguatan GCG sesuai standar nasional, regional, dan internasional,” lanjutnya.

Penguatan tata kelola tersebut juga mendukung proses transformasi digital dan peningkatan kinerja operasional yang berfokus pada inklusi keuangan. Hingga akhir Juni 2025, pengguna aktif aplikasi BRImo mencapai 62,3 juta, naik 24 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan volume transaksi yang meningkat 25,5 persen secara tahunan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait