Market Hari Ini 17 Sep 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BRIS Terkoreksi di Tengah Gelombang Sentimen Positif, Apa Rekomendasinya?

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) terkoreksi meski ditopang sentimen positif emas dan dana Rp200 triliun. Tekanan jual dominan, MNC Sekuritas sarankan spec buy.

BRIS terkoreksi ke Rp2.640 meski ada sentimen positif. Tekanan jual dominan, MNC Sekuritas rekomendasikan spec buy dengan target Rp2.710–Rp2.790.

Gedung Bank Syariah Indonesia di Jl MH Thamrin, Jakarta Selatan. Foto: Dok KabarBursa.
Gedung Bank Syariah Indonesia di Jl MH Thamrin, Jakarta Selatan. Foto: Dok KabarBursa.

Daftar Isi

  1. 01 Tekanan Jual Saham BRIS Cukup Deras

KABARBURSA.COM - Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) kembali menjadi perbincangan setelah pada perdagangan terakhir, Selasa, 16 September 2025, terkoreksi 1,49 persen ke level Rp2.640. 

Penurunan ini terjadi di tengah sejumlah sentimen positif yang seharusnya mendukung penguatan, mulai dari tren kenaikan harga emas global hingga komitmen suntikan dana Rp200 triliun yang digaungkan Menteri Keuangan baru untuk memperkuat permodalan perbankan syariah. 

Namun, alih-alih menguat, saham BRIS justru terseret ke zona merah akibat derasnya tekanan jual yang mendominasi pasar.

MNC Sekuritas menilai, secara pola pergerakan, posisi BRIS saat ini berada di awal wave [iii] dari wave 1. Pola ini biasanya mengindikasikan fase pembentukan tren baru, tetapi dalam jangka pendek koreksi bisa lebih dulu terjadi sebelum kembali melanjutkan penguatan. 

Karena itu, rekomendasi yang diberikan adalah speculative buy di kisaran Rp2.590–Rp2.620 dengan target harga Rp2.710 hingga Rp2.790. Sementara itu, batas risiko atau stop loss dipasang di bawah Rp2.550. 

Strategi ini menekankan bahwa akumulasi sebaiknya dilakukan secara hati-hati, memanfaatkan area support, sambil tetap mewaspadai tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda.

Tekanan Jual Saham BRIS Cukup Deras

Dari sisi teknikal, indikator harian memperlihatkan sinyal yang kurang meyakinkan. Relative Strength Index (RSI) berada di level netral 45, sedangkan MACD dan ADX masih mengirimkan sinyal jual. 

Moving average juga didominasi sentimen negatif, dengan 10 indikator menunjukkan posisi jual dan hanya dua yang memberikan sinyal beli. Tekanan jual semakin nyata ketika indikator momentum seperti Rate of Change (ROC) juga mengarah negatif, menandakan investor jangka pendek masih memilih melepas saham. 

Dengan kondisi ini, langkah yang lebih bijak bagi investor adalah menunggu konfirmasi pantulan di area support yang direkomendasikan sebelum melakukan akumulasi agresif.

Anjloknya BRIS di tengah derasnya kabar positif menunjukkan bahwa sentimen fundamental tidak selalu serta-merta diterjemahkan pasar menjadi penguatan harga saham. Faktor teknikal dan perilaku investor jangka pendek kerap mengambil peran dominan, terutama saat terjadi aksi ambil untung setelah reli sebelumnya. 

Untuk itu, investor yang percaya pada prospek jangka panjang BRIS bisa tetap mempertahankan pandangan optimistis, namun dengan strategi akumulasi bertahap dan disiplin pada level stop loss yang sudah ditentukan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait