Market Hari Ini 27 Jul 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BRPT Melesat Meski Ditekan Downgrade JPMorgan

BRPT melesat meski JPMorgan turunkan peringkat ke Underweight, pasar tetap optimistis di tengah sinyal teknikal bullish dan arus beli asing yang deras.

Saham BRPT naik tajam usai downgrade JPMorgan, sinyal teknikal tetap bullish meski valuasi diperingatkan terlalu optimistis.

Render kawasan Patimban Industrial Estate milik Grup Barito Pacific yang dikelola oleh anak usaha properti mereka, Griya Idola. Terlihat blok industri berjejer di sisi pantai dengan tata letak terintegrasi antara fasilitas manufaktur, utilitas, dan pelabuhan. (Foto: IG @baritopacific.id)
Render kawasan Patimban Industrial Estate milik Grup Barito Pacific yang dikelola oleh anak usaha properti mereka, Griya Idola. Terlihat blok industri berjejer di sisi pantai dengan tata letak terintegrasi antara fasilitas manufaktur, utilitas, dan pelabuhan. (Foto: IG @baritopacific.id)

Daftar Isi

  1. 01 Teknikal BRPT Masih Menggeliat

KABARBURSA.COM - Di tengah peringatan keras dari JPMorgan, saham Barito Pacific Tbk (BRPT) justru mencatatkan lonjakan tajam. Bank investasi global itu menurunkan peringkat BRPT dari Neutral menjadi Underweight dengan target harga Rp870. 

Alasan utama yang dikemukakan adalah valuasi saham yang dinilai terlalu “dipompa” pasar. Dalam tiga bulan terakhir, kapitalisasi pasar BRPT sudah bertambah sekitar USd8 miliar. 

JPMorgan menilai, harga saat ini seolah mengasumsikan imbal hasil investasi (ROIC) lebih dari 40 persen dalam periode 20 tahun, sebuah proyeksi yang dianggap tidak realistis.

Selain itu, JPMorgan menilai kapasitas belanja modal Barito Pacific masih terbatas. Berdasarkan perjanjian utang dengan rasio net gearing 1x, perusahaan hanya memiliki ruang tambahan utang sekitar USD1,1 miliar, sehingga belanja modal maksimal diperkirakan hanya mencapai USD1,7 miliar dengan struktur modal 70 persen utang dan 30 persen ekuitas. 

Optimisme investor yang menggebu-gebu, terutama setelah akuisisi besar oleh Chandra Asri (TPIA) sebagai anak usaha Barito, dinilai telah menciptakan ekspektasi berlebihan pada perusahaan induk ini.

Namun, sentimen negatif itu tak menyurutkan pergerakan harga saham. BRPT justru melonjak ke Rp2.480 pada sesi perdagangan Jumat, 25 Juli 2025, naik 11,71 persen dari penutupan sebelumnya di Rp2.220. 

Saham ini bahkan sempat menyentuh Rp2.500, dengan nilai transaksi hampir Rp887,5 miliar dari 3,76 juta lot. Arus masuk dana asing juga tercatat positif, dengan pembelian bersih asing mencapai Rp165 miliar.

Teknikal BRPT Masih Menggeliat

Analisis teknikal justru menunjukkan BRPT masih berada dalam jalur bullish. Indeks RSI (14) berada di 77,36, menandakan kondisi overbought. Namun indikator tren seperti MACD tetap berada di zona beli, sementara ADX yang berada di level 64,5 menunjukkan tren naik yang solid. 

Hampir semua moving average, mulai dari MA5 di Rp2.300 hingga MA200 di Rp1.049, masih memberikan sinyal positif.

Secara teknikal, BRPT kini berada di atas pivot utama di Rp2.263, dengan potensi menguji area resistance berikutnya di Rp2.500–Rp2.600. Namun, volatilitas tinggi dan kenaikan yang sudah sangat agresif membuka risiko koreksi jika sentimen pasar berubah arah.

Investor Perlu Melihat Secara Lebih Realistis

Kenaikan BRPT seolah mengisyaratkan bahwa pasar lebih percaya pada momentum jangka pendek ketimbang peringatan fundamental. Namun, analisis JPMorgan bisa menjadi alarm bagi investor jangka panjang. 

Jika tidak ada katalis nyata seperti ekspansi baru atau penguatan kinerja keuangan, harga yang terlalu jauh dari valuasi wajar bisa rawan koreksi tajam.

Untuk saat ini, BRPT ibarat sedang berada di jalur cepat. Bagi trader, momentum bullish ini mungkin layak dimanfaatkan. Namun, investor yang memegang untuk jangka panjang perlu mempertimbangkan kembali risiko, terutama jika ekspektasi pasar tidak terwujud.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait