Market Hari Ini 21 May 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BRPT Menarik Perhatian Pasar, Dua Kombinasi Ini Jadi Daya Tarik

Jika dilihat dari sisi valuasi, BRPT justru terkesan belum mencerminkan potensi sesungguhnya. Kapitalisasi pasar BRPT saat ini tercatat sekitar Rp76 triliun.

BRPT mencuri perhatian pasar lewat sinyal teknikal kuat, valuasi menarik, dan rencana IPO anak usaha yang jadi katalis utama pergerakan sahamnya.

PT Barito Pacifik Tbk. (Foto: Dokumentasi BRPT)
PT Barito Pacifik Tbk. (Foto: Dokumentasi BRPT)

Daftar Isi

  1. 01 BRPT, Perusahaan Energi Tangguh yang Tumbuh dari Akar Industrialisasi Nasional

KABARBURSA.COM - Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mulai menunjukkan sinyal positif yang tak bisa diabaikan pelaku pasar. 

Sejak menembus level Rp850 per saham, pergerakan harganya terlihat semakin solid. Hal ini didukung pula oleh volume transaksi yang meningkat secara konsisten sejak awal bulan. Pola teknikal yang terbentuk menjadi sinyal awal bahwa saham ini sedang membangun momentum.

Dari sisi sentimen, Algoresearch melihat BRPT juga diuntungkan oleh geliat dari Grup Barito secara keseluruhan. Dalam waktu dekat, para investor mulai mengantisipasi penawaran umum perdana (IPO) dari PT Chandra Daya Investasi, perusahaan cucu BRPT yang berada di bawah naungan anak usaha TPIA (PT Chandra Asri Petrochemical Tbk). 

Rencana IPO ini dijadwalkan berlangsung pada kuartal kedua 2025 dan diyakini akan menjadi katalis positif bagi seluruh ekosistem Grup Barito, termasuk BRPT sebagai induk usaha.

Menariknya, jika dilihat dari sisi valuasi, BRPT justru terkesan belum mencerminkan potensi sesungguhnya. Kapitalisasi pasar BRPT saat ini tercatat sekitar Rp76 triliun, sementara dua anak usahanya, TPIA dan Barito Renewables Energy (BREN), masing-masing memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp737 triliun dan Rp802 triliun. 

Padahal, BRPT memiliki 34,6 persen saham di TPIA dan 64,6 persen di BREN. Dengan porsi kepemilikan sebesar itu, nilai intrinsik BRPT diperkirakan jauh lebih tinggi dari harga pasar saat ini.

Di sisi lain, langkah manajemen BRPT untuk mengalokasikan dana sebesar Rp500 miliar guna program pembelian kembali saham (buyback) pada kuartal kedua 2025, semakin memperkuat kepercayaan investor. 

Program ini dipandang sebagai sinyal bahwa manajemen melihat saham perusahaan masih undervalued dan punya ruang apresiasi. Selain itu, buyback juga biasanya berdampak positif terhadap likuiditas dan kestabilan harga saham.

Secara umum, kombinasi antara kekuatan teknikal, prospek bisnis grup yang terus berkembang, dan valuasi yang relatif murah menjadi alasan mengapa BRPT kini mulai kembali dilirik pasar. 

Investor pun kini menanti apakah momentum ini bisa terjaga, terutama menjelang realisasi IPO dan implementasi buyback yang direncanakan dalam waktu dekat.

BRPT, Perusahaan Energi Tangguh yang Tumbuh dari Akar Industrialisasi Nasional

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bukan nama baru di dunia usaha Indonesia. Perusahaan yang kini dikenal luas di sektor energi dan industri ini memulai operasional komersialnya pada 1983, saat perekonomian Indonesia sedang giat mendorong industrialisasi. 

Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 1 Oktober 1993, BRPT resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia lewat penawaran umum perdana (IPO).

Dalam IPO tersebut, BRPT menawarkan 85 juta saham kepada publik dari total 700 juta saham yang terdaftar. Sementara sisanya, yakni 615 juta saham, masih dipegang oleh para pendiri. Ini berarti, porsi saham publik saat itu hanya sekitar 12,14 persen. 

Meski terbilang kecil, perusahaan berhasil menggalang dana hingga Rp612 miliar, angka yang cukup mencerminkan besarnya kepercayaan pasar pada masa itu. Harga penawaran ditetapkan di level Rp7.200 per saham. 

Proses penawaran tersebut dikawal oleh PT Makindo sebagai penjamin emisi utama, sementara PT Sirca Datapro Perdana bertindak sebagai biro administrasi efek. BRPT sendiri masuk melalui papan pencatatan pengembangan, menandai langkah awalnya dalam dunia pasar modal.

Seiring perjalanan waktu, BRPT terus berkembang dan memperluas cakupan bisnisnya. Kini, portofolio usaha perusahaan meliputi sektor petrokimia, properti, logistik, investasi, hingga produksi bahan perekat untuk papan partikel. 

Diversifikasi ini menjadi bukti bahwa BRPT tak hanya bertahan, tapi juga adaptif terhadap perubahan dan peluang baru.

Yang patut dicermati adalah ekspansi BRPT ke sektor energi, yang menjadi semakin strategis di tengah transisi global menuju sumber daya yang lebih bersih. Salah satu langkah nyatanya adalah kerja sama dengan Indonesia Power, anak usaha dari PLN, dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga uap yang dilengkapi dengan teknologi pengurangan emisi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait