Market Hari Ini 26 Feb 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

BSDE Pasang Target Rp10 Triliun, Residensial 50 Persen

BSD City diproyeksikan menjadi kontributor utama marketing sales 2026, ditopang proyek residensial dan komersial serta program Royal Key.

BSDE bidik prapenjualan Rp10 triliun pada 2026. Segmen residensial ditargetkan menyumbang 50 persen dari total marketing sales.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyatakan target 2026 ditetapkan secara prudent dengan mempertimbangkan prospek industri dan capaian 2025. (Foto: Dok. BSD)
Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyatakan target 2026 ditetapkan secara prudent dengan mempertimbangkan prospek industri dan capaian 2025. (Foto: Dok. BSD)

KABARBURSA.COM – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menetapkan target prapenjualan sebesar Rp10 triliun pada 2026. Segmen residensial diproyeksikan menyumbang Rp5 triliun atau 50 persen dari total target tersebut.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyatakan target 2026 ditetapkan secara prudent dengan mempertimbangkan prospek industri dan capaian 2025. 

“Target prapenjualan 2026 kami tetapkan secara prudent dengan memperhatikan prospek industri properti 2026 serta pencapaian kinerja tahun 2025. Fundamental permintaan tetap terjaga, khususnya pada proyek-proyek township seperti BSD City dan kawasan penyangga Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 26 Februari 2026.

Dari total Rp10 triliun, komposisi target terdiri atas residensial Rp5 triliun atau 50 persen, komersial Rp3,5 triliun atau 35 persen, dan lain-lain Rp1,5 triliun atau 15 persen.

Pada segmen residensial, BSD City diproyeksikan menjadi kontributor utama dengan target Rp1,6 triliun. Angka tersebut setara 16 persen dari total target residensial.

Proyek lain yang turut menopang segmen residensial antara lain Nava Park sebesar Rp1 triliun atau 10 persen, serta Grand Wisata Rp700 miliar atau 7 persen dari target residensial. Dengan proyeksi tersebut, BSD City tetap menjadi kontributor terbesar di antara proyek residensial BSDE.

Pada segmen komersial, perseroan membidik prapenjualan Rp3,5 triliun. Kawasan komersial BSD City ditargetkan berkontribusi Rp1,8 triliun atau 18 persen dari target komersial.

Kontributor lain di segmen komersial berasal dari gabungan kawasan komersial di luar BSD City sebesar Rp950 miliar atau 10 persen, serta Apartemen Southgate Rp200 miliar atau 2 persen dari target komersial.

Sementara itu, segmen lain-lain yang mencakup proyek joint venture seperti Nava Park, Hiera, dan The Zora ditargetkan menyumbang Rp1,5 triliun atau 15 persen dari total target prapenjualan 2026.

Secara keseluruhan, proyek-proyek yang berasal dari BSD City diproyeksikan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap total target prapenjualan 2026. Kontribusi tersebut berasal dari penjualan produk berjalan dan peluncuran produk baru.

BSDE juga menyebut PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), entitas anak, diproyeksikan berkontribusi sekitar 3,5 persen dari total target prapenjualan 2026. Kontribusi tersebut berasal dari proyek Rancamaya, Royal Tajur, dan Harvest City.

Manajemen menilai prospek industri properti 2026 tetap kondusif. Faktor pendukung antara lain perpanjangan insentif PPNDTP 100 persen untuk rumah tapak dan apartemen siap huni hingga Rp5 miliar, serta kebijakan relaksasi LTV hingga 100 persen.

Selain itu, perseroan meluncurkan program pemasaran nasional “Royal Key” yang menawarkan potongan harga hingga 26 persen, subsidi uang muka hingga 15 persen, serta pembebasan sejumlah biaya transaksi. Program ini bekerja sama dengan 22 bank rekanan.

Hermawan menambahkan kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan program pemasaran diharapkan memperkuat daya beli serta akses pembiayaan konsumen. Ia menyatakan perseroan optimistis momentum tersebut dapat mendukung pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait