Market Hari Ini 15 Jun 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BSI (BRIS) Genjot Tabungan Payroll, Strategi Efisien Gaet Nasabah Syariah

BSI mengelola sekitar 253 ribu rekening payroll ASN, menjadikannya sebagai salah satu dari tiga bank terbesar nasional dalam hal penyaluran gaji aparatur sipil negara.

BSI genjot tabungan payroll wadiah tanpa biaya admin, dorong efisiensi DPK dan perluas inklusi keuangan syariah dengan 1,2 juta rekening aktif.

Banner BSI di salah satu sudut pusat perbelanjaan. (Foto: Dok KabarBursa).
Banner BSI di salah satu sudut pusat perbelanjaan. (Foto: Dok KabarBursa).

Daftar Isi

  1. 01 DPK BSI Meningkat 7,40 Persen

KABARBURSA.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) semakin serius memperkuat penghimpunan dana murah (CASA) dengan mengandalkan perluasan tabungan wadiah berbasis payroll. 

Strategi ini dinilai bukan hanya efisien dari sisi biaya dana, tetapi juga efektif membuka akses masyarakat pada layanan keuangan syariah secara menyeluruh.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, menyebutkan bahwa ekosistem payroll merupakan pintu masuk yang strategis untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia. 

Tabungan wadiah yang ditawarkan BSI bebas biaya administrasi bulanan, sebuah nilai tambah yang mendorong efisiensi baik bagi nasabah maupun bagi bank itu sendiri.

“Payroll menjadi entry gate strategis untuk memperluas inklusi keuangan syariah. Tabungan wadiah kami tawarkan tanpa biaya admin bulanan, ini memberikan keuntungan ganda bagi nasabah dan efisiensi bagi perseroan,” ujar Anton dalam keterangan resmi, Sabtu, 14 Juni 2025.

Hingga Mei 2025, BSI telah mengelola lebih dari 1,2 juta rekening payroll. Jumlah ini tumbuh 4,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Basis nasabahnya cukup luas, mencakup aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, hingga sektor swasta dan lembaga pemerintahan. 

DPK BSI Meningkat 7,40 Persen

Saat ini, BSI mengelola sekitar 253 ribu rekening payroll ASN, menjadikannya sebagai salah satu dari tiga bank terbesar nasional dalam hal penyaluran gaji aparatur sipil negara.

Pertumbuhan segmen payroll ini juga ikut mendongkrak dana pihak ketiga (DPK) BSI. Pada Maret 2025, DPK tercatat mencapai Rp319,34 triliun, meningkat 7,40 persen secara tahunan dibanding Maret 2024 yang berada di angka Rp297,33 triliun. 

Menariknya, sekitar 61 persen dari total DPK BSI berasal dari dana murah, dengan porsi tabungan mencapai 42 persen. Dari angka tersebut, tabungan wadiah menyumbang 40 persen.

Anton menegaskan bahwa tabungan berbasis payroll bukan sekadar tempat menyimpan gaji. Rekening ini juga menjadi awal dari keterhubungan nasabah dengan berbagai produk keuangan lainnya yang dimiliki BSI. Mulai dari pembiayaan konsumtif, tabungan emas, cicil emas, hingga investasi berbasis prinsip syariah.

Khusus bagi ASN, BSI menghadirkan berbagai kemudahan tambahan seperti bebas biaya transfer antarbank, program pembiayaan multiguna, serta layanan pembiayaan emas. 

Berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya BSI untuk memperkuat loyalitas nasabah sekaligus meningkatkan pemanfaatan produk syariah yang tersedia.

“Di tengah kondisi likuiditas yang kompetitif, payroll adalah strategi yang efektif dan terukur dalam mengelola DPK secara aman dan berkelanjutan. Nasabah payroll memiliki profil risiko yang sehat, sehingga juga menjadi segmen prioritas dalam pembiayaan konsumer kami,” tambah Anton.

Dengan posisi strategis sebagai bank operasional pemerintah dan mitra bagi berbagai kementerian serta lembaga negara, BSI optimistis pertumbuhan rekening payroll akan terus berlanjut hingga paruh kedua 2025. 

Bank syariah terbesar di Indonesia ini tampaknya tidak hanya fokus mengejar efisiensi dana, tapi juga menjalankan misi memperluas inklusi keuangan syariah secara nyata dan berkelanjutan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait