Market Hari Ini 03 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

BTN Ubah Logo per 3 Maret, Ingin Semakin Digital

BTN Ubah Logo per 3 Maret, Ingin Semakin Digital
BTN Ubah Logo per 3 Maret, Ingin Semakin Digital

KABARBURSA.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) efektif melakukan perubahan merek dan logo per 3 Maret 2024. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut perubahan logo ini merupakan refleksi dari transformasi yang telah dilakukan Bank BTN, di antaranya di ranah digital untuk mendukung proses bisnis dan layanannya, serta operasional kantor-kantor cabang yang lebih modern "Perubahan BTN meliputi beberapa, termasuk visi misi baru. Baik dari sisi digitalisasi, teknologi, bisnis proses, perubahan budaya hingga risk management," ujarnya dalam Konferensi Pers, Minggu 3 Maret 2024.

Nixon juga menyebut bila dahulu perseroan fokus menargetkan kredit, kini pihaknya akan memfokuskan pada layanan digital, transaksi hingga dana murah. Dirinya membeberkan bahwa perubahan merek dan logo tidak memengaruhi kerja sama yang sedang berlangsung dan perjanjian yang telah disepakati, baik antara Perseroan dengan Nasabah maupun antara Perseroan dengan pihak ketiga lainnya.

Sebagaimana diketahui, logo baru BTN ini memiliki font atau bentuk tulisan yang menyimbolkan optimisme, dengan rancangan konstruksi yang berani dan dinamis untuk menggambarkan Bank BTN yang modern dan relevan dengan perkembangan zaman.

Nixon menjelaskan, perseroan menggunakan huruf kecil pada logo Bank BTN melambangkan bank yang mudah didekati dan memahami kebutuhan nasabah. Garis merah di atas tulisan “btn” menyimbolkan visi Bank yang progresif. “Dengan terus menciptakan inovasi dan solusi melalui ekosistem perumahan, BTN memposisikan dirinya sebagai bank beyond mortgage atau bank yang melayani lebih dari KPR,” tutur Nixon.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, ulang tahun ke-74 dan peluncuran logo baru menjadi momentum bagi BTN untuk melakukan percepatan transformasi.  Erick menyampaikan, BTN harus mampu menjadi tumpuan dalam solusi pembiayaan perumahan bagi masyarakat.

Dia menyebutkan, saat ini 52persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan, dan diperkirakan angka ini meningkat menjadi 70persen pada 2035.  Dia mengatakan, pembiayaan untuk 600.000 rumah tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, karena secara keseluruhan, kekurangan perumahan di Indonesia masih bertengger di angka 12,7 juta. “BTN tentu sudah luar biasa, dari 600.000 rumah, sekarang sudah 300.000 rumah yang BTN biayai. Tapi angka 1 juta sampai 1,5 juta rumah harus menjadi terobosan,” ujarnya.

Menurut Erick, BTN memiliki kapabilitas untuk mencapai goal tersebut, karena kinerjanya yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi aset maupun penurunan kredit bermasalah.  Hal ini menandakan bahwa BTN merupakan bank dengan kesehatan yang baik. "Pada 2019, ketika saya menjadi Menteri BUMN, BTN hanya membukukan laba Rp200 miliar. Namun, sekarang sudah mencapai Rp3,5 triliun,” ujar Erick.  Terakhir, Erick berharap BTN dapat menyusun strategi besar untuk menjadi solusi bagi backlog perumahan Tanah Air.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait