Market Hari Ini 16 Feb 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BUKA Beberkan Strategi 2026 Usai Klarifikasi Buyback ke BEI

Marketplace turun akibat penghentian physical goods, gaming dan investment menguat, BUKA jalankan buyback hingga Mei 2026 dan tegaskan tidak ada aksi korporasi material lain.

BUKA klarifikasi buyback ke BEI dan paparkan strategi 2026. Marketplace turun, gaming dan investment tumbuh, tanpa rencana aksi korporasi baru.

Segmen gaming masih jadi andalan pendapatan Bukalapak. (Foto: Dok BUKA)
Segmen gaming masih jadi andalan pendapatan Bukalapak. (Foto: Dok BUKA)

Daftar Isi

  1. 01 Segmen Marketplace Mengalami Penurunan
  2. 02 Gaming: Pilar Utama Pertumbuhan
  3. 03 Investment: AUM dan Transaksi Meningkat
  4. 04 Mitra: Distribusi Digital Diperkuat
  5. 05 Aksi Korporasi dan Buyback
  6. 06 Status Perkara Hukum

KABARBURSA.COM - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membeberkan sejumlah strategi 2026. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 16 Februari 2026, BUKA terlebih dulu menyampaikan klarifikasi buyback.

Segmen Marketplace Mengalami Penurunan

BUKA menjelaskan, sejalan dengan transformasi strategis yang mulai diimplementasikan pada awal 2025, Perseroan melakukan penyesuaian fokus usaha, termasuk optimalisasi ekosistem marketplace untuk produk virtual.

Hingga triwulan III 2025, jumlah pengguna aktif dan volume transaksi pada segmen marketplace tercatat menurun secara tahunan. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh penghentian layanan physical goods yang sebelumnya berkontribusi terhadap traffic dan frekuensi transaksi di platform.

Meski demikian, Perseroan menyatakan produk virtual tetap menunjukkan tingkat kebutuhan yang stabil, serta terdapat penambahan pengguna baru pada kategori produk virtual tertentu. Hal ini mencerminkan bahwa produk virtual masih relevan dan memiliki basis pengguna yang sesuai dengan arah pengembangan usaha Perseroan.

Untuk 2026, BUKA menargetkan pertumbuhan ekosistem marketplace produk virtual dengan fokus pada kategori yang memiliki tingkat utilitas tinggi, struktur margin yang lebih baik, serta potensi monetisasi berkelanjutan.

Strategi pengembangan dilakukan melalui penambahan variasi produk, peningkatan keandalan platform, serta penguatan sinergi dalam ekosistem Mitra Bukalapak.

Gaming: Pilar Utama Pertumbuhan

Ekosistem gaming menunjukkan perkembangan positif dan menjadi salah satu pilar utama kinerja usaha. Kinerja tersebut tercermin dari peningkatan aktivitas transaksi dan perluasan basis pengguna. Segmen gaming juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Perseroan. Selain penguatan pasar domestik, BUKA melakukan ekspansi geografis, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Produk utama yang menjadi kontributor sepanjang 2025 berasal dari layanan top-up game serta penjualan voucher game dan voucher digital untuk layanan streaming. Permintaan terhadap produk tersebut disebut tetap terjaga seiring meningkatnya konsumsi konten digital dan pergeseran transaksi ke platform daring.

Untuk 2026, Perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja gaming yang berkelanjutan dengan fokus pada peningkatan profitabilitas dan kualitas pendapatan melalui optimalisasi monetisasi dan penguatan basis pengguna.

Investment: AUM dan Transaksi Meningkat

BUKA mencatat peningkatan nilai asset under management (AUM) serta aktivitas transaksi hingga triwulan III 2025. Produk yang tersedia mencakup reksa dana, surat berharga ritel, saham, dan emas digital. 

Kontribusi segmen ini terhadap pendapatan juga meningkat sejalan dengan pertumbuhan aktivitas transaksi dan basis pengguna.

Perseroan menyebut, sepanjang 2025 dilakukan penajaman strategi dengan mengarahkan pengembangan produk investasi pada profil risiko yang lebih terkelola dan struktur margin yang lebih sehat. 

Langkah tersebut diimplementasikan melalui penguatan kerja sama dengan mitra strategis, kurasi produk, serta peningkatan kualitas layanan dan edukasi pengguna.

Untuk 2026, BUKA menargetkan pengembangan ekosistem investment dengan fokus pada peningkatan kualitas pertumbuhan melalui penguatan kapabilitas platform dan perluasan kemitraan strategis.

Mitra: Distribusi Digital Diperkuat

Hingga triwulan III 2025, segmen kemitraan menunjukkan perkembangan yang semakin solid, dengan peningkatan kualitas kinerja dan kontribusi terhadap pendapatan Perseroan.

Perseroan melakukan optimalisasi portofolio Mitra dengan memprioritaskan keberlanjutan dan peningkatan reliabilitas layanan. Penyempurnaan fitur dan pengembangan variasi produk dilakukan untuk meningkatkan produktivitas serta engagement mitra.

Pada 2026, BUKA akan melanjutkan penguatan segmen Mitra sebagai jaringan distribusi utama dalam ekosistem Perseroan dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah bagi Mitra.

Aksi Korporasi dan Buyback

Terkait rencana aksi korporasi 2026, Perseroan menyatakan hingga 31 Desember 2025 belum terdapat rencana final untuk melakukan HMETD, PMTHMETD, akuisisi, maupun aksi korporasi material lainnya.

Namun, pada awal 2026, Perseroan telah melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) selama tiga bulan, terhitung sejak 9 Februari hingga 8 Mei 2026, sebagaimana telah diungkapkan melalui keterbukaan informasi .

Status Perkara Hukum

Terkait perkara dengan PT Harmas Jalesveva, Perseroan menyampaikan bahwa perkara tersebut telah dicabut pada 31 Oktober 2025 dan dinyatakan selesai oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Perseroan juga menyatakan tidak memiliki perkara hukum yang sedang berjalan, termasuk terkait perpajakan, gugatan perdata, PKPU, maupun kepailitan . Selain itu, tidak terdapat informasi material lain yang belum diungkapkan kepada publik.

Surat tanggapan ini sekaligus menegaskan posisi BUKA dalam menjawab permintaan klarifikasi BEI terkait buyback dan penggunaan dana IPO, serta memaparkan perkembangan dan arah strategis masing-masing segmen usaha Perseroan memasuki 2026.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait