Market Hari Ini 25 Sep 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

BUKA Umumkan Dimulainya Periode Pelaksanaan MESOP II

BUKA Umumkan Dimulainya Periode Pelaksanaan MESOP II
BUKA Umumkan Dimulainya Periode Pelaksanaan MESOP II

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja Keuangan BUKA
  2. 02 Harga Saham BUKA Kemarin

KABARBURSA.COM – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), salah satu pemain utama di sektor e-commerce Indonesia, resmi mengumumkan dimulainya periode pelaksanaan Management and Employee Stock Option Program (MESOP) II. Program ini merupakan upaya strategis perusahaan untuk meningkatkan keterlibatan manajemen dan karyawan melalui kepemilikan saham.

"Periode pelaksanaan MESOP II akan berlangsung mulai 1 Oktober hingga 12 November 2024," jelas Cut Fika Lutfi, Corporate Secretary Bukalapak, dalam keterbukaan informasi Rabu, 25 September 2024.

Selama 30 hari bursa tersebut, karyawan dan manajemen yang berpartisipasi dalam program ini berkesempatan untuk mengonversi opsi saham mereka dengan harga yang telah ditetapkan sebesar Rp189 per saham.

Bukalapak menargetkan konversi maksimum 4.019.592.620 saham pada periode pelaksanaan ini. "Jumlah hak opsi yang tersedia cukup signifikan, dan setiap hak opsi yang belum dikonversi pada periode ini masih dapat dilakukan pada periode pelaksanaan berikutnya," tambah Cut Fika Lutfi.

Langkah ini sejalan dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yang telah direvisi melalui Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019. Selain itu, program ini juga mengikuti panduan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan Surat Edaran No. SE00002/BEI/03-2020 mengenai pelaksanaan program kepemilikan saham.

"Melalui pelaksanaan MESOP II ini, Bukalapak berharap dapat memperkuat loyalitas karyawan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan," terang Lutfi. Dengan memberikan hak kepemilikan saham kepada manajemen dan karyawan, Bukalapak ingin memastikan komitmen jangka panjang dari para pemangku kepentingannya.

Selain bermanfaat bagi internal perusahaan, pelaksanaan MESOP II ini diharapkan juga berdampak positif terhadap para pemegang saham dan investor. Program ini memberikan sinyal kuat mengenai rencana jangka panjang Bukalapak di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat.

"Kami percaya bahwa program ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja perusahaan ke depannya," tutup Lutfi. Bukalapak sendiri terus menunjukkan komitmennya untuk berinovasi dan menjaga pertumbuhan berkelanjutan di sektor teknologi dan platform digital.

Kinerja Keuangan BUKA

Sementara itu, PT Bukalapak.com Tbk dalam laporan keuangannya, menunjukkan kinerja yang bervariasi untuk kuartal II 2024. Meskipun perusahaan mencatat pendapatan yang meningkat, namun kerugian bersih yang dialami cukup signifikan, menimbulkan pertanyaan tentang prospek masa depan dan strategi pertumbuhan perusahaan.

Pada kuartal II 2024, Bukalapak mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,67 triliun dengan pertumbuhan tahunan (yoy) sebesar 5,85 persen. Meskipun ada peningkatan dalam pendapatan, laba kotor mengalami penurunan 14,66 persen menjadi Rp962 miliar. Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan biaya atau penurunan margin laba.

Lebih mengejutkan lagi, perusahaan melaporkan kerugian bersih mencapai Rp710 miliar untuk kuartal ini, yang mencerminkan pertumbuhan negatif sebesar 215,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kerugian ini mengindikasikan adanya tekanan yang lebih besar pada profitabilitas perusahaan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jika melihat hasil tahunan, Bukalapak mencatat kerugian bersih sebesar Rp1,50 triliun untuk keseluruhan tahun yang diannualisasi pada kuartal II 2024. Pada tahun 2023, kerugian bersih juga mencapai Rp1,36 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah berjuang untuk mengatasi tantangan finansial dalam beberapa tahun terakhir, dengan kerugian yang terus berlanjut sejak 2020.

Di tengah tantangan yang dihadapi, penting untuk mencatat bahwa PT Bukalapak.com Tbk masih memiliki potensi untuk tumbuh, terutama dalam ekosistem e-commerce yang terus berkembang. Meskipun perusahaan harus menghadapi kerugian yang signifikan, peningkatan pendapatan menunjukkan bahwa ada permintaan yang terus berlanjut terhadap platform mereka.

Perusahaan saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp11,8 triliun dan nilai perusahaan sebesar Rp2,42 triliun, dengan total saham yang beredar mencapai 103,11 miliar. Data ini menunjukkan bahwa meskipun kinerja keuangan saat ini menunjukkan tantangan, Bukalapak tetap menjadi pemain utama di industri e-commerce Indonesia.

Harga Saham BUKA Kemarin

Dari lantai bursa, saham BUKA ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa, 24 September 2024. Pada penutupan sore hari, harga saham Bukalapak turun 1 poin atau 1,00 persen menjadi Rp115 per saham, dibandingkan harga penutupan sebelumnya di Rp116.

Di awal sesi perdagangan, saham BUKA dibuka pada Rp116, sama dengan harga penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi, saham BUKA diperdagangkan dalam rentang harga Rp113 sebagai level terendah dan Rp117 sebagai level tertinggi.

Dengan volume perdagangan yang mencapai 2.152.473 lembar saham, nilai transaksi tercatat sebesar Rp24,7 miliar, tersebar dalam 2.098 kali transaksi. Meski terjadi penurunan harga, minat beli masih tampak dengan bid di harga Rp115 dan offer di Rp116.

Secara keseluruhan, Bukalapak saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp11,86 triliun, menempatkannya di peringkat ke-4 dari 19 perusahaan dalam industri terkait, serta berada di peringkat ke-96 dari 936 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pergerakan harga saham Bukalapak kemarin mencerminkan volatilitas yang dihadapi oleh perusahaan teknologi di tengah persaingan ketat di sektor e-commerce. Namun, investor tampak optimistis dengan prospek jangka panjang perusahaan, tercermin dari nilai perdagangan yang masih cukup aktif sepanjang hari.

Perdagangan saham BUKA ini akan terus dipantau seiring upaya perusahaan memperkuat kinerjanya melalui berbagai inisiatif strategis, termasuk program MESOP II yang baru diumumkan, yang diharapkan akan meningkatkan loyalitas karyawan sekaligus mendukung pertumbuhan perusahaan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait