Market Hari Ini 08 Mar 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Bukit Asam (PTBA) Ekspor 15,6 Juta Ton Batubara di 2023

Bukit Asam (PTBA) Ekspor 15,6 Juta Ton Batubara di 2023
Bukit Asam (PTBA) Ekspor 15,6 Juta Ton Batubara di 2023

KABARBURSA.COM-PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah mengejar target penjualan batubara sebanyak 43,1 juta ton untuk tahun ini. Angka penjualan yang diinginkan PTBA mengalami kenaikan sebesar 16,48persen bila dibandingkan dengan volume penjualan batubara tahun lalu.

Dilaporkan oleh Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, bahwa anggota holding BUMN Pertambangan MIND ID ini berhasil mencatat penjualan batubara mencapai 37 juta ton pada tahun 2023. "Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 17persen jika dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya," katanya 8 Maret 2024.

Dari total penjualan tersebut, Arsal menjelaskan bahwa penjualan batubara di dalam negeri mencapai 21,4 juta ton, sementara penjualan ekspor mencapai 15,6 juta ton. Kedua angka tersebut menunjukkan peningkatan masing-masing sebesar 12persen dan 25persen secara tahunan (year on year).

Peningkatan volume penjualan tersebut sejalan dengan pertumbuhan produksi batubara PTBA yang mencapai 41,9 juta ton sepanjang tahun 2023. Angka penjualan PTBA ini meningkat sebesar 13persen jika dibandingkan dengan volume produksi batubara PTBA tahun 2022 yang mencapai 37,1 juta ton.

Arsal menyatakan bahwa realisasi produksi tahun 2023 melebihi target awal sebesar 41 juta ton. Untuk tahun ini, PTBA menargetkan produksi batubara sebesar 41,3 juta ton, dengan volume angkutan sebanyak 33,7 juta ton.

"Target volume penjualan lebih tinggi dari rencana produksi karena PTBA masih memiliki persediaan sekitar 11 juta ton dari tahun sebelumnya. Kami merencanakan ini dengan memperhatikan dinamika pasar yang sedang berlangsung dan mengantisipasi berbagai faktor yang dapat memengaruhinya," terangnya

Dilihat dari tahun sebelumnya, pasokan ke pasar domestik masih mendominasi dengan porsi sebesar 58persen dari total penjualan, sementara 42persen sisanya diarahkan ke pasar ekspor. Di pasar domestik, PTBA memasok batubara untuk PLN, industri semen, dan pupuk.

Sementara itu, pasar ekspor PTBA meliputi India, China, Korea Selatan, dan Jepang. PTBA juga mulai mengekspor ke Thailand dan Vietnam, namun fokus utamanya tetap pada China, India, dan Korea Selatan. Arsal menambahkan bahwa penjualan ke Jepang masih terbatas karena kebutuhan akan batubara berkualitas tinggi di sana.

Direktur Keuangan PTBA Farida Thamrin, menyatakan bahwa perusahaan berusaha untuk tetap mencetak laba bersih di tahun ini, meskipun harga batubara global tidak terkendali. Fokus utama PTBA adalah pada efisiensi dan manajemen biaya.

"Jika ada peningkatan efisiensi dari sisi biaya, maka meskipun harga turun, laba bersih dapat tetap terjaga dengan baik," kata Farida.

Dalam laporan keuangan tahun buku 2023, PTBA mencatat pendapatan sebesar Rp 38,48 triliun, turun sebesar 9,75persen secara tahunan. Laba bersih PTBA pada periode yang sama mencapai Rp 6,10 triliun, mengalami penurunan sebesar 51,43persen secara tahunan.

Farida menjelaskan bahwa penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya harga rata-rata batubara sekitar 23persen. Meskipun harga ICI-3, yang banyak digunakan oleh PTBA, mengalami koreksi sebesar 34persen dari US$ 127,8 per ton pada tahun 2022 menjadi US$ 84,8 per ton pada tahun lalu.

Sementara itu, harga pokok penjualan mengalami kenaikan, terutama pada komponen biaya royalti, angkutan kereta api, dan jasa penambangan. Oleh karena itu, Arsal menyatakan bahwa PTBA akan terus fokus pada kepemimpinan biaya di setiap aspeknya, sambil memaksimalkan potensi pasar dalam negeri dan peluang ekspor.

Secara saham, PTBA mengalami tren kenaikan dalam satu minggu terakhir. Pada perdagangan Jumat (8/3) pukul 11:03 WIB, harga saham PTBA naik 0,70persen mencapai Rp 2.860 per saham. Dengan kenaikan tersebut, harga saham PTBA telah meningkat sebesar 17,21persen sepanjang tahun ini.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait