Market Hari Ini 04 May 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Bukukan Pendapatan Rp1,446 Triliun 1Q26, Target Harga SSIA Tembus 3.000

Lonjakan segmen properti dorong pemulihan kinerja, sementara konsensus analis mulai membuka ruang valuasi lebih tinggi.

SSIA catat laba Rp89 miliar di 1Q26 setelah rugi. Pendapatan naik 35 persen, target harga analis tembus Rp3.000.

Analis memberikan target harga 3.000 pada saham SSIA setelah pendapatan di kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp162,5 miliar. (Foto: do Surya Semesta Internusa)
Analis memberikan target harga 3.000 pada saham SSIA setelah pendapatan di kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp162,5 miliar. (Foto: do Surya Semesta Internusa)

Daftar Isi

  1. 01 EBITDA Tumbuh 649 Persen YoY
  2. 02 Target Harga Analis

KABARBURSA.COM - Kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) pada kuartal pertama 2026 mulai menunjukkan perubahan arah. Setelah sebelumnya mencatatkan tekanan, perusahaan kini membukukan lonjakan pendapatan dan mencetak laba bersih.

Sepanjang 1Q26, SSIA mengumpulkan pendapatan sebesar Rp1,446 triliun, tumbuh 35 persen secara tahunan. Kenaikan ini terutama ditopang oleh lonjakan segmen properti yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp494,9 miliar atau melonjak 202,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Begitu pula dengan segmen konstruksi, yang masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp835,5 miliar, meski mengalami penurunan 5,9 persen secara tahunan. Sedangkan segmen perhotelan mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan pendapatan Rp162,5 miliar atau naik 59,2 persen.

Peningkatan pendapatan tersebut diikuti dengan perbaikan pada sisi profitabilitas. Laba kotor tercatat sebesar Rp451,9 miliar, meningkat 125,1 persen secara tahunan, seiring ekspansi margin di seluruh lini bisnis.

Margin laba kotor segmen properti naik ke level 55,3 persen dari sebelumnya 42,2 persen. Segmen konstruksi juga mengalami peningkatan margin menjadi 11,8 persen dari 10,5 persen. Sementara, segmen perhotelan naik ke 51,6 persen dari 46,8 persen.

EBITDA Tumbuh 649 Persen YoY

Dari sisi operasional, EBITDA SSIA melonjak signifikan menjadi Rp271,8 miliar atau tumbuh 649 persen secara tahunan. Angka ini bahkan telah melampaui capaian sepanjang tahun 2025. Kontribusi terbesar EBITDA berasal dari segmen properti sebesar Rp240,7 miliar, yang diikuti oleh segmen konstruksi sebesar Rp64,7 miliar. Sedangkan segmen perhotelan masih mencatatkan EBITDA negatif sebesar Rp9 miliar.

Perbaikan kinerja ini juga terlihat pada bottom line. SSIA berhasil membalikkan posisi rugi pada 1Q25 menjadi laba bersih Rp89 miliar di 1Q26, dengan margin laba bersih sebesar 6,2 persen.

Di pasar, pergerakan saham SSIA tercatat berada di level Rp1.785 pada perdagangan terakhir, dengan rentang harian antara Rp1.765 hingga Rp1.840. Aktivitas perdagangan menunjukkan likuiditas yang tetap terjaga dengan volume mencapai 286 ribu lot.

Target Harga Analis

Sejalan dengan perbaikan kinerja tersebut, sejumlah analis mulai memberikan pandangan terhadap valuasi saham SSIA. Henan Putihrai Sekuritas menetapkan target harga di Rp2.200, sementara RHB Sekuritas berada di level Rp1.700.

Di sisi yang lebih optimistis, CITIC CLSA memberikan target harga hingga Rp3.000 per saham. Rentang target ini mencerminkan perbedaan asumsi terhadap keberlanjutan pertumbuhan, terutama dari segmen properti yang menjadi pendorong utama kinerja terbaru.

Dengan kombinasi lonjakan pendapatan, perbaikan margin, dan kembalinya laba bersih, kinerja SSIA pada awal 2026 menunjukkan perubahan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait