Market Hari Ini 19 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Bulapak Cuma Pakai 56{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} dari Dana IPO, Ada Apa?

Bulapak Cuma Pakai 56{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} dari Dana IPO, Ada Apa?
Bulapak Cuma Pakai 56{ebdbbc6e6776edee5015c7a1b8b6f85fb1398462916d4269298bb0b7121d79da} dari Dana IPO, Ada Apa?

KABARBURSA.COM- Emiten teknologi dari mantan startup unicorn Indonesia, Bukalapak.com (BUKA), hanya menggunakan 56 persen dari total dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana (IPO). Meskipun telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama dua setengah tahun, Bukalapak masih memiliki dana dari IPO terbesar dalam sejarah yang belum digunakan sepenuhnya.

Sejak melantai pada 8 Agustus 2021, BUKA, sebagai unicorn pertama Indonesia, berhasil mengumpulkan dana investor sebesar Rp 21,90 triliun sebelum dikurangi biaya emisi dan lainnya. Namun, hanya 56 persen dari total tersebut yang telah digunakan.

Dalam laporan terbarunya kepada BEI, BUKA mengungkapkan bahwa hingga akhir 2023, mereka masih memiliki dana IPO sebesar Rp 9,34 triliun yang belum terserap sepenuhnya.

Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk modal kerja perusahaan sebesar Rp 5,57 triliun, modal kerja lima entitas anak sekitar Rp 1 triliun, dan untuk pertumbuhan dan pengembangan usaha lainnya sebesar Rp 5,40 triliun.

Meskipun terdapat investasi senilai Rp 213,26 miliar yang belum direalisasikan ke PT Buka Investasi Bersama (BIB), BUKA menegaskan bahwa kas BIB masih kuat dan mampu mendukung kegiatan usahanya.

Perlu dicatat bahwa sesuai prospektus IPO, rencana penggunaan dana IPO untuk modal kerja entitas anak harus direalisasikan paling lambat pada 31 Desember 2025.

BUKA menyatakan bahwa penyaluran dana IPO yang terbatas merupakan bagian dari kehati-hatian perusahaan dalam melakukan investasi, dengan tujuan untuk memberikan keuntungan terbaik bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan perusahaan.

Deposito yang besar

Meskipun Bukalapak belum merilis laporan keuangan tahunan untuk tahun 2023, hingga September tahun lalu, perusahaan telah memiliki total kas sebesar Rp 19,17 triliun, meningkat 18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, BUKA masih mencatatkan kerugian hingga akhir September 2023, dengan sebagian besar merupakan kerugian dari investasi yang belum direalisasikan. Namun, mereka berjanji untuk mencapai EBITDA positif pada kuartal terakhir tahun tersebut.

Pendapatan BUKA tumbuh sebesar 28,93 persen menjadi Rp 3,34 triliun, namun beban penjualan dan pemasaran juga meningkat sebesar 37,50 persen menjadi Rp 2,49 triliun pada periode yang sama.

Hingga akhir September, BUKA menempatkan sebagian besar dananya dalam deposito berjangka, dengan jumlah total mencapai Rp 14,23 triliun dalam rupiah dan Rp 2,41 triliun dalam dolar AS. Suku bunga tahunan untuk deposito berjangka berkisar antara 5 persen hingga 6,25 persen untuk rupiah dan 5,25 persen untuk dolar AS.

Meskipun Bukalapak telah memperoleh cuan yang signifikan dari penempatan dana di deposito, saham BUKA masih menunjukkan performa yang kurang memuaskan sejak IPO pada Agustus 2021. Saham tersebut telah merosot sebanyak 80 persen sejak saat itu.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait