Market Hari Ini 12 Feb 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Bulog: 2 Cara Jaga Stok dan Stabilkan Harga Beras

Bulog: 2 Cara Jaga Stok dan Stabilkan Harga Beras
Bulog: 2 Cara Jaga Stok dan Stabilkan Harga Beras

KABARBURSA.COM - Perum Bulog berencana untuk menjaga stok beras di pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran beras komersial. Namun, Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengatakan bahwa kedua langkah tersebut baru akan dilakukan setelah Pemilu 2024. Bayu menargetkan penyaluran volume beras dalam SPHP hingga dua kali lipat secara tahunan bulan ini. Oleh karena itu, ia akan memperluas jalur distribusi hingga ke ritel modern.

Menurutnya, penyaluran beras SPHP per Januari 2024 telah naik 160 persen secara tahunan menjadi 160.000 ton, dengan total volume beras SPHP yang telah disalurkan sepanjang tahun ini mencapai 220.000 ton. "Kami akan meningkatkan penyaluran beras SPHP sampai 200 persen kalau perlu, karena beras SPHP ini sangat dibutuhkan masyarakat," kata Bayu di Ramayana CiPlaz Klender, Senin, 12 Februari 2024.

Bayu menjelaskan bahwa pola penyaluran beras SPHP adalah penjualan langsung ke peritel atau distributor yang memiliki ritel. Para peritel penerima beras SPHP kemudian akan menjual beras tersebut ke masyarakat dengan harga khusus.

Sebelumnya, Bayu juga menyatakan bahwa pemerintah akan memasok beras ke beberapa pasar induk, seperti Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Pasar Ibu Mentawai, dan pasar di Natuna. Tujuannya adalah untuk memperkuat stok di Jakarta. Bulog mencatat bahwa jumlah beras yang telah dipasok ke PIBC mencapai 45.235 ton hingga akhir Januari 2024.

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional telah menginstruksikan Bulog untuk menggelontorkan beras komersial sejumlah 200.000 ton bulan ini. Sebanyak 50.000 ton dari beras komersial tersebut akan difokuskan untuk disalurkan ke DKI Jakarta hingga 31 Maret 2024.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa target penyaluran tersebut penting mengingat panen raya akan dimulai pada Maret 2024. Arief memperkirakan total panen pada akhir kuartal pertama tahun ini mencapai 3,5 juta ton. "Tantangan kami adalah menjaga harga beras di hilir. Selain itu, kami juga harus menjaga harga beras di hulu pada dua bulan ke depan," ujarnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait