KABARBURSA.COM - Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, meminta Perum Bulog untuk memperkuat serapan gabah petani selama masa panen raya yang masih berlangsung, terutama di Karawang, Jawa Barat, untuk menjaga ketersediaan pasokan dalam negeri.
Arief menekankan pentingnya Perum Bulog terus memperkuat perannya sebagai penyerap hasil panen petani agar harga gabah di tingkat petani tetap stabil. Dia menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi Bulog untuk tidak menyerap, mengingat mereka memiliki fasilitas pengeringan dan penyimpanan gabah.
Untuk mengoptimalkan serapan, pemerintah telah menerapkan kebijakan fleksibilitas harga pembelian pemerintah (HPP) yang memungkinkan Bulog menyerap gabah/beras dan menjaga harga di tingkat petani selama periode panen raya, mulai dari awal April hingga 30 Juni 2024.
Kebijakan fleksibilitas HPP gabah dan beras memungkinkan pembelian gabah kering panen (GKP) dari petani dengan harga Rp6.000 per kg dan gabah kering giling (GKG) dari gudang Bulog dengan harga Rp7.400 per kg. Sedangkan untuk beras, HPP di gudang Bulog adalah Rp11.000 per kg, dengan syarat tertentu.
Arief juga menekankan pentingnya memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dengan hasil produksi dalam negeri, termasuk dengan memenuhi silo dengan stok GKG baik dari Bulog maupun dari petani. Dia juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pemantauan stok untuk meningkatkan efisiensi.
MRMP Bulog di Karawang dilengkapi dengan fasilitas pengeringan dan penyimpanan gabah yang memadai. Hingga akhir Mei, MRMP Karawang menargetkan untuk menyerap total 5.000 ton GKP, dengan penyerapan sebanyak 2.481 ton hingga 27 April. Total stok GKG yang tersimpan saat ini adalah sebanyak 1.887 ton.