Market Hari Ini 20 Jun 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

BUMI Ekspansi ke Mineral Kritis Lewat Akuisisi Rp350 Miliar

BUMI ekspansi ke sektor emas dan tembaga dengan akuisisi Wolfram Limited senilai Rp350 miliar melalui dana obligasi tahap I tahun 2025.

BUMI akuisisi tambang emas-tembaga Australia senilai Rp350 miliar dari dana obligasi. Strategi diversifikasi ke mineral kritis mulai dijalankan.

Fasilitas yang dimiliki dan dikelola oleh Bumi Resources. (Foto: Dok. Bumi Resources)
Fasilitas yang dimiliki dan dikelola oleh Bumi Resources. (Foto: Dok. Bumi Resources)

KABARBURSA.COM – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) resmi memulai ekspansi di luar bisnis batu bara termal dengan mengakuisisi perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia, Wolfram Limited. Transaksi senilai maksimal Rp350 miliar ini didanai dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025.

Langkah ini menandai strategi diversifikasi BUMI menuju sektor hilirisasi dan mineral kritis, dengan potensi produksi dalam jangka pendek. "BUMI telah melakukan sejumlah kajian komprehensif selama beberapa tahun terakhir dan kini fokus pada aset yang sedang atau akan segera produksi," demikian tertulis dalam prospektus perusahaan yang dirilis 19 Juni 2025.

BUMI menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp5 triliun melalui program Obligasi Berkelanjutan I. Pada tahap pertama, perusahaan menawarkan obligasi senilai maksimal Rp350 miliar dalam tiga seri: Seri A (370 hari), Seri B (3 tahun), dan Seri C (5 tahun). Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, dimulai 8 Oktober 2025.

Menurut jadwal, masa penawaran umum berlangsung pada 1–3 Juli 2025, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025.

Wolfram Limited tercatat sebagai perusahaan tambang Australia yang mengantongi izin tambang ML 10343 sampai 31 Desember 2036. Nilai transaksi setara AUD33 juta dengan asumsi kurs Rp10.593 per AUD berdasarkan referensi Bank Indonesia per 9 Mei 2025.

Emiten menyebut langkah ini strategis karena aset Wolfram memiliki potensi mulai produksi dalam waktu dekat, memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Hingga akhir 2024, total liabilitas BUMI tercatat sebesar USD1,3 miliar, turun dari USD1,42 miliar tahun sebelumnya. Ekuitas naik menjadi USD2,86 miliar didorong laba tahun berjalan yang melonjak 235 persen menjadi USD90,1 juta.

Peringkat obligasi BUMI untuk penerbitan ini adalah idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO dan berlaku hingga 1 Desember 2025.

BUMI menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya memperluas portofolio ke mineral kritis, tetapi juga mempersiapkan proyek hilirisasi seperti gasifikasi batubara untuk produksi metanol. Proyek ini tercantum dalam daftar Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Menteri No. 8 Tahun 2023.

"BUMI mencari mitra strategis global yang memiliki keahlian teknologi untuk mendukung transformasi ini," tulis manajemen dalam dokumen resmi.

Manajemen mengakui risiko harga batubara yang bersifat siklikal dan fluktuatif, namun menegaskan strategi jangka panjang mereka adalah menciptakan struktur pendapatan yang lebih seimbang dan tahan terhadap volatilitas pasar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait