Market Hari Ini 08 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

BUMI Rampungkan Akuisisi Wolfram, Masuk Emas–Tembaga

BUMI mengakuisisi 99,68 persen Wolfram Limited di Australia usai persetujuan FIRB, menargetkan 100 persen pada November 2025.

BUMI akuisisi 99,68 persen Wolfram, target 100 persen November 2025. Masuk emas–tembaga untuk perkuat pendapatan dan diversifikasi.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merampungkan akuisisi 99,68 persen saham Wolfram Limited. (Foto: Dok. Bumi Resources)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merampungkan akuisisi 99,68 persen saham Wolfram Limited. (Foto: Dok. Bumi Resources)

KABARBURSA.COM – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merampungkan akuisisi 99,68 persen saham Wolfram Limited, perusahaan tambang emas dan tembaga berbasis di Australia, setelah memperoleh persetujuan Australian Foreign Investment Review Board (FIRB) pada 8 Oktober 2025. 

Perseroan menyatakan proses menuju kepemilikan penuh 100 persen ditargetkan selesai pada November 2025. Aksi korporasi ini menandai perluasan portofolio BUMI dari batubara ke mineral strategis dan kritis yang tengah diburu pasar global.

Manajemen menegaskan akuisisi Wolfram sejalan dengan strategi diversifikasi jangka panjang, termasuk membuka peluang hilirisasi di komoditas emas dan tembaga. 

“Dengan selesainya transaksi ini, Bumi Resources mengambil langkah penting dalam perjalanan diversifikasinya,” ujar Adika Nuraga Bakrie, Presiden Direktur Bumi Resources. 

Ia menambahkan, ekspansi ke mineral strategis dan mineral kritis sejalan dengan tren permintaan global serta memperkuat komitmen kami terhadap pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

BUMI menyebut akuisisi ini memberi akses pada potensi produksi emas dan tembaga dalam jangka dekat. Kontribusi tersebut diharapkan memperbaiki profil pendapatan sekaligus menambah nilai bagi pemegang saham di luar siklus batubara. 

Pernyataan resmi dalam versi berbahasa Inggris juga menekankan langkah ini sebagai tonggak penting diversifikasi serta peluang untuk memperkuat kinerja berkelanjutan perseroan.

Persetujuan FIRB menjadi elemen kunci yang mengakhiri fase negosiasi dan due diligence atas term sheet yang diteken awal tahun. Dengan payung regulasi yang telah dipenuhi, BUMI tinggal menuntaskan proses administratif menuju 100 persen kepemilikan pada bulan depan. 

Emiten menyiratkan bahwa aset Wolfram memiliki kesiapan operasional yang memungkinkan kontribusi lebih cepat ke pendapatan konsolidasian.

Dari sisi strategi korporasi, perpindahan sebagian eksposur dari batubara ke mineral tematik transisi energi seperti tembaga sejalan dengan peta permintaan jangka panjang global. BUMI memposisikan diri agar tidak hanya bergantung pada pergerakan harga batubara, tetapi juga pada siklus komoditas logam yang dikaitkan dengan elektrifikasi dan infrastruktur energi. 

Dalam pernyataan resmi, manajemen menyebut diversifikasi ini ditujukan untuk memperkuat nilai jangka panjang dan keberlanjutan bisnis.

Bagi investor, beberapa hal menjadi perhatian setelah akuisisi: pertama, jadwal realisasi 100 persen kepemilikan pada November 2025 berpotensi menjadi katalis lanjutan. Kedua, kejelasan rencana operasi dan hilirisasi Wolfram akan memengaruhi kecepatan translasi ke kinerja keuangan BUMI. 

Ketiga, kesiapan pendanaan dan struktur neraca penting untuk menjaga profil risiko seiring ekspansi lintas komoditas. Poin-poin ini akan menjadi variabel yang dipantau pasar pada rilis kinerja berikutnya.

Adika Nuraga Bakrie menekankan bahwa perluasan ke mineral strategis dilakukan untuk “memberikan nilai tambah bagi pemegang saham” melalui akses ke potensi produksi jangka dekat. Narasi tersebut mempertegas fokus BUMI untuk meningkatkan kualitas arus kas dan menambah penopang pendapatan non-batubara dalam beberapa kuartal mendatang. 

Dengan kerangka regulasi Australia yang relatif ketat, lampu hijau FIRB juga memberi sinyal penerimaan atas rencana pengembangan aset Wolfram di bawah payung BUMI. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait