Market Hari Ini 08 Dec 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Bursa Asia Bergerak Lesu, Tiongkok Punya Peluang Rebound?

Bursa saham Asia ditutup variatif. Tiongkok menguat, Jepang dan Korea Selatan terkoreksi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar menanti arah kebijakan global.

Indeks saham Asia bergerak variatif. SSE dan Hang Seng menguat, Nikkei dan Kospi melemah di tengah ketidakpastian global dan rotasi modal investor.

Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

Daftar Isi

  1. 01 Sentimen Internasional Mengarah ke Rotasi Modal

KABARBURSA.COM – Indeks saham di kawasan Asia bergerak berbeda arah pada perdagangan hari ini. Pasar di Tiongkok dan Hong Kong menunjukkan penguatan moderat, sementara Jepang dan Korea Selatan mencatat tekanan ringan di tengah kewaspadaan investor terhadap arah kebijakan global dan data ekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Di Shanghai, SSE Composite menguat 0,70 persen menuju 3.902,81, naik 27,01 poin. Pergerakan ini memperlihatkan minat beli yang tetap terjaga, seiring pandangan bahwa valuasi pasar Tiongkok masih menarik untuk sebagian investor regional.

Sementara itu, Hang Seng berakhir di 26.085,08, tidak berubah dari sesi sebelumnya. Stabilnya pasar Hong Kong menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menilai ruang pemulihan tetap terbuka, meski arus modal asing bergerak hati-hati.

Di Tokyo, Nikkei 225 turun 0,20 persen ke 50.389,51, terkoreksi 102,36 poin. Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian investor terkait prospek kebijakan Bank of Japan (BOJ) dan pergerakan yen yang beberapa hari terakhir menimbulkan tekanan pada saham eksportir.

Di Seoul, Kospi berakhir melemah 0,35 persen ke 4.085,61, terkoreksi 14,44 poin. Pelaku pasar masih mencerna data ekonomi regional serta dampak lanjutan dari pelemahan permintaan global terhadap sektor teknologi Korea.

Sentimen Internasional Mengarah ke Rotasi Modal

Kombinasi kebijakan moneter global dan dinamika suku bunga menjadi faktor dominan yang memengaruhi perdagangan Asia hari ini. Di tengah gejolak pasar AS, sebagian analis menilai Asia, terutama pasar non-Jepang, menjadi tujuan diversifikasi bagi investor global.

Menurut seorang analis di Davis Polk menyebut, dalam periode turbulensi di Amerika Serikat, terlihat arus modal berputar menuju Asia untuk mencari diversifikasi dan peluang pertumbuhan struktural.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait