Market Hari Ini 08 Apr 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Bursa Asia Melonjak, Sentimen Global Berbalik

Bursa Asia melonjak setelah gencatan senjata AS-Iran menurunkan harga minyak dan mengubah sentimen pasar menjadi risk-on.

Bursa Asia naik tajam usai gencatan senjata AS-Iran, dipicu turunnya harga minyak dan perubahan sentimen global ke risk-on.

Ilustrasi bursa Asia mulai menghijau di tengah tekanan geopolitik. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi bursa Asia mulai menghijau di tengah tekanan geopolitik. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Bursa saham Asia melonjak tajam pada perdagangan 8 April 2026 setelah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong perubahan sentimen global dari risk-off ke risk-on.

Penguatan terjadi secara luas di kawasan. Indeks Kospi melesat 5,93 persen ke 5.820,48, Nikkei naik 4,96 persen ke 56.078,83, Hang Seng menguat 2,79 persen ke 25.817,35, dan SSE Composite bertambah 1,89 persen ke 3.963,88.

Melansir dari Reuters, Rabu, 8 April 2026, kenaikan ini dipicu oleh kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu harapan pasar terhadap normalisasi distribusi energi global.

Reuters pada 8 April 2026 melaporkan harga minyak dunia turun tajam seiring ekspektasi bahwa arus energi melalui Selat Hormuz dapat kembali berjalan.

Penurunan harga minyak menjadi katalis utama reli pasar. Minyak mentah WTI tercatat turun sekitar 16 persen ke USD94,59 per barel, sementara Brent melemah sekitar 15 persen ke USD92,35.

Penurunan ini meredakan tekanan inflasi global yang sebelumnya membebani pasar, terutama bagi negara-negara Asia yang bergantung pada impor energi.

Selain faktor energi, pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi investor terhadap risiko global.

Sebelumnya, Reuters pada 7 April 2026 mencatat sebelum adanya sinyal de-eskalasi, pasar berada dalam kondisi “binary”, yakni antara skenario eskalasi besar atau resolusi cepat. Ketika risiko terburuk mereda, pelaku pasar mulai kembali masuk ke aset berisiko.

Namun, reli ini belum sepenuhnya didorong oleh keyakinan jangka panjang. Martin Whetton, Head of Financial Markets Strategy di Westpac, menilai investor baru akan mengambil risiko jika kondisi geopolitik sudah jelas.

“Apakah ini berarti investor akan mulai mengambil risiko baru? Tidak. Hal itu hanya akan terjadi jika benar-benar ada perdamaian yang bertahan lama. Saat ini, investor sebenarnya belum benar-benar mengambil risiko,” dikutip Reuters, 8 April 2026.

Pergerakan ini juga mencerminkan aksi penyesuaian posisi setelah periode volatilitas tinggi. Reuters juga menyebut saham-saham yang sebelumnya tertekan oleh lonjakan harga energi, termasuk sektor transportasi dan siklikal mulai mengalami pemulihan seiring meredanya tekanan biaya.

Analis Capital.com, Kyle Rodda, menyebut kondisi ini sebagai titik balik sementara di pasar. “Ini adalah skenario yang selama ini diharapkan pasar. Perkembangan ini sangat besar dan bisa menjadi titik balik utama, kemungkinan kita sudah melihat puncak eskalasi dan volatilitas,” ujarnya, dikutip Reuters, 7 April 2026.

Sumber yang sama juga menyebut, kenaikan bursa Asia juga berlangsung seiring dengan penguatan pasar global. Disebutkan, kontrak berjangka S&P 500 naik lebih dari 2 persen, sementara bursa Eropa melonjak lebih dari 4 persen, menunjukkan reli yang terjadi secara serempak di berbagai kawasan.

“Ini adalah sinyal de-eskalasi yang positif bagi pasar, terutama dengan potensi dibukanya kembali Selat Hormuz, karena hal ini mengurangi guncangan harga minyak dan mendukung sentimen risiko,” kata Charu Chanana, Chief Investment Strategist di Saxo, dikutip Reuters, 7 April 2026.

Reuters juga mencatat bahwa harga minyak kemungkinan tidak akan segera kembali ke level sebelum konflik, yang berarti tekanan inflasi global belum sepenuhnya hilang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait