Market Hari Ini 24 Sep 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Bursa Saham Global Bergairah, IHSG Dibuka di Zona Merah

Bursa Saham Global Bergairah, IHSG Dibuka di Zona Merah
Bursa Saham Global Bergairah, IHSG Dibuka di Zona Merah

Daftar Isi

  1. 01 Waspada Koreksi Lebih Lanjut

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Selasa, 24 September 2024 dibuka di zona merah. Padahal, bursa saham global cenderung bergairah.

Pada pembukaan perdagangan sesi I hari ini, IHSG dibuka memelah 0,56 persen ke posisi 7.732,43.

Tak lama berselang, IHSG terkoreksi yakni melemah 9,34 persen ke 7.749,48.

Sedangkan nilai transaksi indeks pada awal sesi I mencapai sekitar Rp1,6 triliun dengan volumen transaksi mencapai 1,6 miliar saham dan sudah ditransaksikan sebanyak 96.102 kali.

Kondisi IHSG di awal sesi I berbeda dengan bursa saham global yang bergairah, karena pasar global masih merespon positif langkah bank sentra Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) yang memangkas suku bunga acuan pekan lalu.

Pada awal sesi I, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masih membebani pergerakan IHSG. Terpantau, saham BREN kembali ambruk dan sudah menyentuh auto reject bawah (ARB). Dengan begitu, selama tiga hari berturut-turut saham BREN terkena ARB.

Pergerakan BREN masih menjadi perhatian utama pasar hari ini, di mana akar masalah dari ambruknya saham energi baru terbarukan (EBT) konglomerasi Prajogo Pangestu tersebut yakni terkait dikeluarkannya BREN dari indeks FTSE.

FTSE Russell mengumumkan bahwa saham BREN akan dihapus dari FTSE Global All Cap Index. Penghapusan ini berlaku efektif mulai 25 September 2024.

Manajemen FTSE mengungkapkan alasan penghapusan tersebut karena saham BREN hanya dikuasai empat pemegang saham utama sebanyak 97 persen dari seluruh saham yang beredar.

Dalam dua hari perdagangan setelah pengumuman FTSE mengeluarkan BREN, sahamnya mengalami ARB secara beruntun dan telah anjlok 35,83 persen ke posisi Rp7.075 per lembar hingga akhir perdagangan kemarin.

Dalam periode tersebut BREN kapitalisasi pasarnya sudah menguap Rp528,45 triliun.

Kapitalisasi saham BREN kini kurang dari Rp1 kuadriliun yang membuatnya harus rela tergeser sebagai saham paling ber-value di bursa, digantikan lagi oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Waspada Koreksi Lebih Lanjut

IHSG diperkirakan akan mengalami konsolidasi dalam rentang 7.700 hingga 7.800 pada perdagangan, Selasa, 24 September 2024. Hal ini didasarkan pada analisis yang dilakukan oleh Phintraco Sekuritas dan MNC Sekuritas, yang mencermati dinamika pasar domestik serta pengaruh data ekonomi global.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan berada di antara level support 7.700 dan resistance 7.800. Menurut analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, IHSG saat ini menunjukkan penguatan sebesar 0,42 persen ke level 7.775. Volume pembelian yang muncul mengindikasikan bahwa koreksi IHSG telah mencapai target minimalnya.

Meskipun ada potensi penguatan, analis Phintraco menekankan bahwa IHSG masih berada di posisi awal wave [ii] dari wave 3 atau wave 4 dari wave (3), dengan catatan bahwa IHSG belum mampu menembus resistance di 7.910 hingga 7.923.

“Kami memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas dalam rentang 7.765 hingga 7.820 sebelum mengalami koreksi lebih lanjut ke area 7.454 hingga 7.562,” ungkap Valdy dalam laporannya, Selasa, 24 September 2024.

Dari sisi MNC Sekuritas, mereka mencatat bahwa IHSG menunjukkan penguatan namun diprediksi akan menghadapi pergerakan terbatas.

“Dalam situasi ini, penting bagi pelaku pasar untuk mengamati level-level support dan resistance yang ada. Support terdekat berada di 7.654 dan 7.546, sementara resistance tercatat di 7.923 dan 7.958,” jelas analis MNC. Dalam skenario bullish, MNC Sekuritas merekomendasikan untuk memperhatikan saham-saham unggulan seperti ESSA, ISAT, INCO, PGEO, dan ASSA.

Sentimen pasar global juga mempengaruhi proyeksi IHSG hari ini. Di Wall Street, indeks-indeks mengalami penguatan terbatas, dengan S&P 500 mencatatkan level tertinggi baru dalam sejarah pada 23 September.

“Meski penguatan terbatas, ini menjadi momen penting bagi S&P 500. Data ekonomi terbaru menunjukkan indeks manufaktur di AS tercatat di 47, jauh lebih rendah dari perkiraan di 48,6. Namun, sektor jasa justru menunjukkan performa yang lebih baik dengan indeks di 55,4,” ungkap analis Phintraco Sekuritas itu.

Keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada pekan lalu dianggap berhasil menstabilkan pasar.

Di Eropa, meskipun indeks manufaktur di Jerman dan Euro Area mengalami penurunan, indeks utama di kawasan tersebut mampu mencatat penguatan.

“Indeks manufaktur di Jerman turun ke 40,3, sementara Euro Area tercatat di 44,8. Meskipun demikian, pemangkasan agresif suku bunga oleh The Fed dan ECB telah berhasil meredam sentimen negatif yang ada,” tambah Valdy.

Dari sektor komoditas, harga minyak bumi mengalami penurunan, dengan harga brent melemah 0,8 persen ke USD73,9 per barel, dan harga crude turun 0,9 persen ke USD70,37 per barel. Penurunan ini mengikuti sentimen negatif dari data manufaktur yang lemah.

Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan akan melanjutkan konsolidasi dalam rentang 7.700 hingga 7.800 hari ini, dengan perhatian yang tinggi terhadap data ekonomi yang akan dirilis di AS, termasuk indeks harga properti dan consumer confidence. Pelaku pasar juga disarankan untuk memperhatikan perkembangan dari pernyataan pejabat The Fed yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar.

“Dengan tekanan dari beberapa faktor global dan regional, kami percaya dinamika IHSG akan tetap dipengaruhi oleh berbagai sentimen yang ada,” tutup analis MNC Sekuritas. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait