Market Hari Ini 17 Mar 2026 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Buyback Rp1,17 Triliun BMRI, Bagaimana Respons Pasar?

Rencana pembelian kembali saham disiapkan hingga 12 bulan, harga bergerak di area intraday tertinggi dengan valuasi tetap dalam kisaran saat ini

Saham BMRI naik 1,06 persen di tengah rencana buyback Rp1,17 triliun, harga bergerak di kisaran intraday dengan valuasi tetap terjaga

Bank Mandiri rencanakan buy-back saham dalam kurun waktu 12 bulan. (Foto: Dok Bank Mandiri)
Bank Mandiri rencanakan buy-back saham dalam kurun waktu 12 bulan. (Foto: Dok Bank Mandiri)

Daftar Isi

  1. 01 Buyback Dilaksanakan dalam Waktu 12 Bulan
  2. 02 Penggunaan Dana Hasil Buyback

KABARBURSA.COM – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bergerak menguat pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, di tengah rencana aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPS pada 29 April 2026.

Hingga pukul 11.59 WIB, saham BMRI berada di level 4.750 atau naik 50 poin setara 1,06 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 4.700.

Sepanjang sesi perdagangan intraday, saham BMRI bergerak dalam rentang 4.710 hingga 4.780. Harga sempat menyentuh level tertinggi di 4.780 sebelum terkoreksi tipis dan bertahan di area 4.750 menjelang siang.

Posisi pembukaan berada di level yang sama dengan harga terakhir, menunjukkan adanya konsistensi permintaan di awal sesi perdagangan.

Dari sisi valuasi, BMRI saat ini diperdagangkan dengan rasio price to earnings (P/E) sebesar 7,87 kali dan dividend yield sekitar 4,56 persen. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp438,90 triliun, dengan posisi harga masih berada di bawah level tertinggi 52 minggu di 5.575 dan di atas level terendah 4.010.

Buyback Dilaksanakan dalam Waktu 12 Bulan

Rencana buyback yang diumumkan memiliki nilai maksimal Rp1,17 triliun dengan periode pelaksanaan hingga 12 bulan setelah persetujuan RUPS. Jumlah saham yang akan dibeli kembali dibatasi maksimal 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor, sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal.

Dana pelaksanaan berasal dari kas internal yang telah memperhitungkan biaya transaksi.

Secara struktur keuangan, aksi ini diproyeksikan menurunkan total aset dan ekuitas masing-masing sebesar Rp1,17 triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) diperkirakan berada di kisaran 20,36 persen setelah pelaksanaan, sementara return on equity (ROE) berada di sekitar 20,31 persen.

Laba per saham (EPS) tercatat berpotensi meningkat secara mekanis seiring berkurangnya jumlah saham beredar.

Dalam konteks perdagangan, penguatan harga intraday yang terjadi pada BMRI berlangsung dengan pola kenaikan bertahap dari area 4.720 menuju 4.780 sebelum mengalami normalisasi. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya respons pasar terhadap informasi aksi korporasi yang diumumkan pada hari yang sama.

Penggunaan Dana Hasil Buyback

Manajemen menyampaikan bahwa saham hasil buyback akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan dewan komisaris. Pengalihan saham treasuri direncanakan paling lama tiga tahun setelah periode buyback berakhir.

Selama masih berstatus saham treasuri, saham tersebut tidak memiliki hak suara dalam RUPS dan tidak memperoleh dividen.

Dari sisi likuiditas dan operasional, perseroan menyatakan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kemampuan keuangan dalam memenuhi kewajiban maupun menjalankan ekspansi usaha.

Buyback dapat dilakukan melalui Bursa maupun di luar Bursa, baik secara bertahap maupun sekaligus, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar dan ketentuan regulator.

Pergerakan harga saham BMRI pada hari ini terjadi bersamaan dengan publikasi rencana buyback, dengan posisi harga berada di atas level pembukaan dan mendekati area tertinggi intraday, sementara valuasi dan indikator fundamental tetap berada dalam rentang yang telah disampaikan dalam keterbukaan informasi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait