Market Hari Ini 20 Feb 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

CA-EDC TPIA Capai 33 Persen, Target Hemat Impor Rp10 Triliun

TPIA melaporkan progres 33 persen proyek CA-EDC di Cilegon dengan potensi penghematan impor hingga Rp10 triliun per tahun.

TPIA melaporkan progres 33 persen proyek CA-EDC di Cilegon dengan potensi penghematan impor hingga Rp10 triliun per tahun.

Pembangunan pabrik CA-EDC TPIA di Cilegon telah mencapai 33 persen dan ditargetkan memperkuat industri kimia nasional. (Foto: Dok. Chandra Asri Group)
Pembangunan pabrik CA-EDC TPIA di Cilegon telah mencapai 33 persen dan ditargetkan memperkuat industri kimia nasional. (Foto: Dok. Chandra Asri Group)

KABARBURSA.COM – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melaporkan progres pembangunan Pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon telah mencapai 33 persen hingga akhir September 2025. 

Dalam keterbukaan informasi, proyek ini diproyeksikan memperkuat kemandirian industri kimia nasional dengan potensi penghematan impor hingga Rp10 triliun per tahun.

Direktur dan Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, menyatakan pembangunan CA-EDC menjadi bagian penting dalam transformasi bisnis perusahaan. 

Ia menegaskan proyek ini akan memperkuat fondasi industri kimia dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia impor.

Menurut laporan resmi 9M2025, progres 33 persen mencakup tahap awal pengembangan, termasuk pekerjaan perataan dan pemadatan lahan serta persiapan pembangunan jetty untuk mendukung distribusi produk. Fasilitas ini akan dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak usaha TPIA.

Setelah beroperasi, pabrik CA-EDC dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi bahan kimia strategis di dalam negeri. Proyek ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperluas akses pasar regional Asia Tenggara. 

Manajemen menyebut potensi penghematan impor dapat mencapai sekitar Rp10 triliun per tahun.

Secara struktural, proyek CA-EDC menjadi penguat segmen kimia TPIA yang pada 9M2025 mencatatkan pendapatan USD2,694 miliar. Kontribusi segmen kimia menjadi salah satu penopang utama kinerja konsolidasi perusahaan, selain segmen kilang yang menyumbang USD2,309 miliar pada periode yang sama.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, TPIA membukukan pendapatan bersih USD5,102 miliar, naik 314,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Adjusted EBITDA tercatat USD1,779 miliar, mencerminkan skala operasi yang semakin besar seiring ekspansi energi dan kimia.

Manajemen menegaskan pembangunan CA-EDC berjalan seiring strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat tiga pilar utama, yakni energi, kimia, dan infrastruktur. 

Di sektor kimia, penyelesaian akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals juga disebut telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan nilai grup.

Dari sisi neraca, total aset TPIA per akhir September 2025 tercatat USD10,97 miliar, meningkat dari USD5,66 miliar pada akhir 2024. Ekspansi ini mencerminkan peningkatan kapasitas operasional dan dukungan pendanaan untuk proyek-proyek strategis, termasuk CA-EDC.

Proyek CA-EDC menjadi bagian dari strategi hilirisasi industri kimia nasional. Dengan penguatan kapasitas domestik, TPIA menempatkan diri sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok bahan kimia strategis di kawasan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait