Market Hari Ini 19 Feb 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Calculus Global Ventures Susun Strategi Usai Kendalikan STAR

Perseroan menegaskan akan tetap berfokus sebagai perusahaan investasi dengan mengembangkan entitas anak melalui pengelolaan portofolio

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) terkait pengembangan masing-masing entitas anak usaha

Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: KabarBursa.com/Desty.
Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: KabarBursa.com/Desty.

KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) terkait pengembangan masing-masing entitas anak usaha di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan BEI setelah Calculus Investment Pte. Ltd resmi menjadi pengendali baru STAR usai membeli 1,5 miliar saham dari pengendali sebelumnya yakni PT Kencana Selaras Sejahtera pada 20 November 2025. Pembelian saham itu setara dengan 32,19 persen di harga Rp88 per lembar.

Setelah peralihan pengendali, nama Perseroan juga berubah dari PT Buana Artha Anugerah Tbk menjadi PT Calculus Global Ventures Tbk.  

Menjawab pertanyaan BEI, Perseroan menegaskan akan tetap berfokus sebagai perusahaan investasi dengan mengembangkan entitas anak melalui pengelolaan portofolio yang optimal serta secara selektif memanfaatkan peluang usaha yang potensial.

Realisasi strategi tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan. Dalam jangka pendek, Perseroan memfokuskan pada optimalisasi pengelolaan portofolio investasi yang telah ada.

"Dalam jangka menengah hingga panjang, Perseroan secara selektif melakukan kajian dan realisasi peluang usaha yang potensial sesuai dengan strategi dan profil risiko Perseroan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis, 19 Februari 2026.

Manajemen STAR menyampaikan, strategi yang diusung tersebut memiliki beberapa risiko. Antara lain seperti penurunan nilai investasi akibat kondisi pasar dan ekonomi, kesalahan dalam pemilihan peluang investasi, serta risiko likuiditas.

Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan investasi melalui kajian kelayakan (due diligence) yang komprehensif, diversifikasi portofolio investasi, serta pemantauan kinerja investasi secara berkala.

Di sisi lain, Perseroan mengaku belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi lainnya dalam periode 12 bulan ke depan. Namun begitu, manajemen membeberkan terdapat beberapa opsi pengembangan melalui diversifikasi investasi ke bidang usaha lain sehubungan dengan perubahan pengendali.

Akan tetapi, hingga saat ini rencana tersebut masih berada dalam tahap penjajakan dan kajian awal, sehingga belum terdapat keputusan atau realisasi akuisisi entitas anak baik pada bidang usaha yang sama maupun berbeda.

"Setiap rencana pengembangan selanjutnya akan dilaksanakan sesuai dengan hasil kajian dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis manajemen. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait