Market Hari Ini 09 Dec 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

CANI, LCKM, PTDU Masuk Radar UMA BEI akibat Lonjakan Harga Tak Wajar

Bursa tengah menelaah secara saksama pola transaksi ketiga saham tersebut

(BEI) menetapkan status UMA (Unusual Market Activity) bagi saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI), PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM), dan PT Djasa Ubers

Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status UMA (Unusual Market Activity) bagi saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI), PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM), dan PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) setelah terjadi lonjakan harga yang dinilai tidak lazim.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan bahwa penetapan UMA tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap regulasi pasar modal yang berlaku. 

Ia menuliskan bahwa Bursa tengah menelaah secara saksama pola transaksi ketiga saham tersebut, sebuah langkah kehati-hatian yang kerap ditempuh saat dinamika harga menunjukkan anomali. Pernyataan itu disampaikan melalui keterbukaan informasi publik BEI.

BEI mengingatkan para investor untuk mengambil langkah-langkah berikut:

Memperhatikan respons emiten atas permintaan konfirmasi dari Bursa;

Mencermati performa emiten serta informasi yang dibuka kepada publik;

Meninjau kembali rencana aksi korporasi yang belum memperoleh persetujuan RUPS;

Mempertimbangkan ragam potensi risiko sebelum menetapkan keputusan investasi.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait