PREMIUM Market Hari Ini 18 Mar 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Yunila Wati

Catatan Ekonom soal Diversifikasi Pasar Nikel RI ke AS-Eropa

Ekonom meminta pemerintah Indonesia membenahi standar produksi nikel di Indonesia sesuai ketentuan baik segi lingkungan, sosial maupun tata kelolanya (ESG) sesuai standar global

Ekonom sekaligus Guru Besar Ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi menanggapi upaya diversifikasi pasar ekspor nikel Indonesia menjadi strategi utama.

Ilustrasi sebongkah batuan yang mengandung mineral nikel. (Foto: Dok. Antam)
Ilustrasi sebongkah batuan yang mengandung mineral nikel. (Foto: Dok. Antam)

KABARBURSA.COM – Ekonom sekaligus Guru Besar Ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi menanggapi upaya diversifikasi pasar ekspor nikel Indonesia menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap China, yang selama ini menyerap 80 hingga 90 persen ekspor nikel nasional. 

Pemerintah dan pelaku industri kini mendorong ekspansi ke Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, yang diyakini dapat meningkatkan harga jual, margin keuntungan, serta daya saing global bagi emiten tambang seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Harita Nickel Tbk (NCKL).

Syafruddin beranggapan diversifikasi itu sebagai langkah strategis untuk mengamankan posisi Indonesia di pasar global. Menurutnya, ekspansi ke Amerika Serikat dan Uni Eropa akan mendorong penerapan standar keberlanjutan yang lebih ketat dan meningkatkan nilai jual nikel Indonesia.

PREMIUM Premium Content

Artikel premium ini hanya tersedia untuk Member

Anda dapat membuka artikel ini secara individual dengan harga Rp35.000. Jika sudah berlangganan, silakan login untuk melanjutkan membaca melalui dashboard premium Anda.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait