Cek! Estimasi Biaya Servis dan Perawatan Sepeda Listrik

Cek! Estimasi Biaya Servis dan Perawatan Sepeda Listrik
Cek! Estimasi Biaya Servis dan Perawatan Sepeda Listrik

Daftar Isi

  1. 01 Perawatan Sepeda Listrik
  2. 02 Frekuensi penggunaan
  3. 03 Sepeda Listrik Laku

KABARBURSA.COM - Sepeda listrik semakin populer di kalangan masyarakat urban karena kemudahan, efisiensi, dan ramah lingkungan. Namun, seperti kendaraan lainnya, sepeda listrik juga memerlukan perawatan dan servis rutin untuk memastikan kinerja optimal.

Servis sepeda listrik adalah aspek penting untuk menjaga performa dan keamanan selama berkendara. Biaya servis bisa bervariasi tergantung pada komponen yang memerlukan perawatan, jenis sepeda listrik, frekuensi penggunaan, dan lokasi servis.

Berbeda dengan sepeda konvensional pada umumnya, ada banyak komponen sepeda listrik yang berisiko bermasalah atau rusak. Perbaikannya pun tidak serumit sepeda konvensional sehingga harus dibawa ke bengkel. Karena, masyarakat belum begitu familiar dengan teknologi sepeda listrik.

Dengan melakukan pemeliharaan mandiri, memilih suku cadang berkualitas, dan memanfaatkan garansi, Anda bisa menghemat biaya servis dan memastikan sepeda listrik Anda tetap dalam kondisi terbaik.

Sebelum mengetahui besaran biaya servis sepeda listrik, ada baiknya mengetahui komponen apa saja yang membutuhkan perawatan berkala agar performanya maksimal.

  1. Baterai

Baterai adalah komponen utama dalam sepeda listrik dan sering kali menjadi bagian yang paling mahal untuk perawatan. Baterai lithium-ion yang umum digunakan memiliki umur pakai terbatas dan memerlukan penggantian setelah beberapa tahun.

Estimasi biaya untuk mengganti baterai berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp4.000.000 bergantung kapasitas dan mereknya. Harap dicatat, penggunaan baterai sepeda listrik harus sesuai dengan pabrikan agar tidak bermasalah di kemudian hari.

  1. Motor

Motor adalah jantung dari sepeda listrik yang membutuhkan perawatan khusus untuk menjaga performanya. Perawatan motor bisa meliputi pembersihan, pelumasan, hingga penggantian suku cadang yang aus. Biaya perawatan motor dapat bervariasi antara Rp500.000 hingga Rp1.500.000 tergantung pada jenis motor dan tingkat kerusakan.

  1. Sistem Kelistrikan

Sistem kelistrikan meliputi kontroler, sensor, dan kabel-kabel yang menghubungkan komponen-komponen sepeda listrik. Perawatan sistem kelistrikan bisa cukup kompleks dan memerlukan keahlian khusus. Biaya perbaikan atau penggantian komponen sistem kelistrikan biasanya berkisar antara Rp300.000 hingga Rp1.200.000.

Perawatan Sepeda Listrik

Sepeda listrik dan motor listrik punya sedikit kesamaan, yakni butuh perawatan berkala agar kinerjanya maksimal. Biaya yang dikeluarkan tentu lebih besar dibanding sepeda konvensional. Perawatan berkala sepeda listrik meliputi servis rutin, ganti part dan update software.

Servis rutin sepeda listrik meliputi pengecekan keseluruhan, pembersihan, dan pelumasan komponen-komponen utama. Biaya servis rutin umumnya lebih terjangkau, sekitar Rp200.000 hingga Rp500.000 per kunjungan. Umumnya, mekanik bengkel menganjurkan untuk melakukan servis rutin setiap 3-6 bulan sekali, tergantung pada frekuensi penggunaan.

Biasanya dalam rentang waktu 3-6 bulan, akan dilakukan penggantian suku cadang. Selain baterai dan motor, ada beberapa suku cadang lain yang perlu diganti secara periodik, seperti rem, rantai, dan ban. Biaya penggantian suku cadang ini bervariasi.

Biaya ganti rem membutuhkan biaya sebesar Rp100-300 ribuan, ganti rantai sepeda butuh biaya Rp150-400 ribuan dan ban butuh biaya Rp200-600 ribuan per buah. Sedangkan untuk update atau pengecekan software butuh biaya hingga Rp100-300 ribuan.

Besaran servis masing-masing sepeda listrik berbeda. Ada sepeda listrik yang biaya servisnya murah dan ada juga yang mahal. Faktor yang mempengaruhi besaran biaya servis adalah jenisnya. Sepeda listrik dengan fitur canggih dan komponen premium tentu akan memerlukan biaya servis yang lebih tinggi dibandingkan sepeda listrik dengan spesifikasi standar.

Frekuensi penggunaan

Semakin sering sepeda listrik digunakan, semakin cepat komponen-komponennya mengalami keausan. Penggunaan harian yang intensif akan membutuhkan servis dan penggantian suku cadang lebih sering dibandingkan penggunaan yang jarang. Faktor berikutnya adalah seberapa parah kerusakan. Semakin parah kerusakan semakin besar biaya yang harus dikeluarkan untuk ganti spare part.

Selain itu, lokasi servis juga menentukan besaran biaya servis. Umumnya, biaya servis di perkotaan lebih mahal dibanding dengan biaya servis di daerah pedesaan atau pinggiran.

Meski demikian, ada hal yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya servis, salah satunya adalah pemeliharaan mandiri. Ada perawatan yang dapat dilakukan tanpa harus membawa ke bengkel seperti melumasi rantai, mengukur tekanan ban.

Sepeda Listrik Laku

Pengamat Transportasi dari Masyarakat Tranportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai upaya pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp12,3 triliun untuk subsidi motor listrik sebagai langkah keliru.

“Motor listrik itu kurang laku. Sudah dicoba diberi uang Rp7 juta (subsidi motor listrik), orang juga tak mau beli. Kecuali sepeda listrik, itu laku,” kata Djoko kepada Kabar Bursa, minggu lalu

Djoko mengungkapkan, sejak tahun lalu, tidak sampai 5 persen kendaraan listrik yang laku, padahal anggaran yang digelontorkan pemerintah sudah besar. (cit/prm)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait