Market Hari Ini 08 May 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

China Beri Potongan Harga, Penjualan iPhone Naik 12 Persen

China Beri Potongan Harga, Penjualan iPhone Naik 12 Persen
China Beri Potongan Harga, Penjualan iPhone Naik 12 Persen

KABARBURSA.COM - Penjualan iPhone, produk utama Apple Inc, di China pada bulan Maret mengalami kenaikan sebesar 12 persen setelah penerapan kebijakan diskon harga.

Pada pertengahan Januari, Apple mengumumkan pemotongan harga sekitar Rp1 juta untuk model terbaru mereka, iPhone 15, atau sekitar 500 yuan (USD70).

Sebuah keputusan yang terjadi di pasar China untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Memangkas harga oleh para peritel terbukti berhasil menahan laju penurunan penjualan yang tengah dihadapi Apple.

Data pemerintah menunjukkan pengiriman smartphone bermerek asing-yang sebagian besar merupakan perangkat Apple-tumbuh menjadi 3,75 juta unit di bulan Maret dari tahun sebelumnya.

Pencapaian yang membalikkan data sebelumnya, bahwa penjualan turun 37 perssn dalam dua bulan pertama tahun 2024, dilansir Bloomberg, hasil laporan bulanan China Academy of Information and Communications Technology.

Pembacaan resmi tersebut muncul usao Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook, menjawab pertanyaan analis minggu lalu tentang kuartal Maret, mengatakan bisnis iPhone di China tetap tumbuh tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Apple telah berjuang untuk membalikkan bisnisnya di China sejak 2023, ketika kebangkitan merek lokal, termasuk Huawei Technologies Co, serta larangan tidak resmi atas penggunaan iPhone di lembaga-lembaga negara.

Kedua faktor penting ini membuat pangsa pasar perusahaan tertekan, padahal China adalah pasar terpenting Apple setelah AS.

Data China Academy of Information and Communications Technology menunjukkan bahwa pengiriman hp ponsel asing turun 27 persen pada kuartal I 2024 secara keseluruhan.

Apple dan jaringan peritel di China mulai memangkas harga sekitar awal 2024. Minggu lalu, perusahaan mengejutkan para investor dengan kenaikan pendapatan kuartalan yang cukup baik dari China, melawan data berbulan-bulan yang menunjukkan penurunan penjualan iPhone yang semakin cepat.

Tim Cook mengatakan pendapatan iPhone di China tumbuh “berbasis laporan,” sebelum penyesuaian terkait gangguan rantai pasokan Covid-19 pada tahun 2022.

Tim Cook tidak menjelaskan lebih lanjut tentang metrik tersebut kecuali untuk menegaskan kembali komitmen Apple terhadap pasar yang menyusut tetapi masih menyumbang 18 persen dari penjualan bersih.

Para investor memantau kinerja Apple di China karena peran negara ini sebagai pasar yang sangat besar dan basis produksi global untuk iPhone.

Mereka juga mencari pendorong pertumbuhan di luar negeri. Minggu ini, perusahaan meluncurkan iPad Pro baru dan iPad Air berukuran layar lebih besar, untuk menghidupkan kembali lini produknya yang lain.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait